Warga Mujur Paksa Jaringan Indosat Hengkang

Warga Mujur Paksa Jaringan Indosat Hengkang

Lombok Tenga SR- Warga Dusun Pengendong Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), menutup tower milik jaringan Indosat, yang ada di kampung setempat, Rabu (23/09). Penutupan tower tersebut, sebagai bentuk protes warga atas kehawatiran mereka dan pihak Indosat tidak ada kepedulian terhadap masyarakat yang terkena imbas pembangunan tower tersebut.

Abdurrahim, warga Desa Mujur sekaligus anggota LSM Laskar Sasak mengatakan, pertemuan kali ini yang ke sekian kalinya dengan pihak Indosat, guna membahas tuntutan masyarakat.

“Saya selaku warga Desa Mujur sekaligus anggota LSM Laskar Sasak, mendampingi masyarakat kami, agar tower yang ada di Dusun Pengendong ditutup,” katanya

Penutupan tersebut, lanjutnya, mengingat keberadaan pembangunan tower tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama masyarakat yang terkena imbas dari pembangunan tower tersebut.

“Kekhawatiran masyarakat setempat, kami bisa maklumi, sebab tower yang mendulang tinggi kadang membuat masyarakat panik, terutama saat angin kencang. Dan malah kami juga sering mendengar ketika angin kencang, masyarakat jarang berani di rumah malah memilih keluar,” ungkapnya.

Kendati demikian, karakter masyarakat Desa Mujur yang penyabar memberikan kesempatan kepada pihak Indosat untuk melakukan negosiasi. Akan tetapi sampai saat ini, masih belum menemukan titik temu, dan itulah yang ia dampingi, agar proses negosiasi berjalan, artinya tidak ada yang merasa di rugikan.

“Pada intinya pihak Indosat diberikan kesempatan oleh masyarakat, kendati masyarakat lebih banyak menginginkan tower ini di bongkar,” terangnya.

Saking sabarnya lanjutnya, masyarakat memberikan kesempatan kepada pihak Indosat sampai pekan depan, jika tetap tidak ada hasil maka masyarakat akan melakukan pemutusan, sebagai bentuk protes.

Sementara itu, petugas jaringan yang saat itu diutus pihak Indosat Wayan mengatakan, pihaknya tidak memiliki hak dan wewenang memberikan keputusan. Sebab, pihaknya hanya diutus oleh atasan, untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya hanya karyawan biasa dan tugasnya di bagian jaringan, hanya saja karena saya diminta turun oleh atasan dan semua keluhan masyarakat, akan saya sampaikan nantinya,” katanya.

Dikatakan, pembangunan tower ini sebenarnya sudah lama yakni tahun 2005, artinya sudah beberapa kali melakukan perpanjangan kepada pemiliknya, yakni Amaq Marju. Ketika saat ini di persoalkan, tentunya keputusannya bukan sama dirinya, namun semua akan ia sampaikan ke atasan.

“Semua keluh kesah masyarakat, nanti akan saya sampaikan ke atasan sesuai tenggang waktu yang telah diberikan,” tutupnya. (ap)

Share this post