Kembali Terjadi Pernikahan Dini di Lombok Timur

Lombok Timur SR – Kasus pernikahan anak di bawah umur kembali terjadi di Lombok Timur (Lotim). Kali ini, siswi SMPN 5 Selong inisial RA  (13) asal Desa Lenting Kecamatan Sakra Timur dengan remaja inisial HI (17) asal Dusun Proya Desa Sakra Kecamatan Sakra.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lotim melalui Kepala TU PPA, Dyah Pujiyuwana mengatakan, sudah melakukan mediasi dengan RA dan HI untuk bisa dilakukan pemisahan karena mereka masih belum cukup umur untuk menikah. Akan tetapi, RA tetap tidak mau dipisah.
“Setelah kami melakukan penjangkauan, kami pingin membelas anak ini. Kami bersama psikolog dan guru memediasi, tapi RA tidak mau pulang,” kata Kepala TU PPA, Dyah Pujiyuwana pada Suara Rinjani, Selasa (22/09).
Dyah mengatakan, sudah memberikan pemahaman kepada orang tua RA agar mau menerima anaknya dengan tangan terbuka, tetapi dari pihak keluarga RA tetap akan meminta denda kepada keluarga HI. “Walaupun bapaknya diakhir dia mau menerima anaknya, tapi dengan satu syarat; ada denda,” tandasnya.
Sejauh ini, Unit PPA Lotim sudah menangani belasan kasus pernikahan anak di bawah umur. Namun kurangnya pemahaman orang tua dan belum terbukanya pikiran anak membuat kasus pernikahan di bawah umur masih rentan terjadi.
Sementara itu, anggota komisi II DPRD Lotim yang membidangi pendidikan TGH. Lalu Wildan Dzikrullah mengatakan, secara biologis Islam tidak menentukan batasan usia orang menikah, akan tetapi menikah bukan urusan biologis semata.
“Ada hak, tanggung jawab serta kewajiban, karena menikah adalah gerbang membina keluarga sakinah. Dalam membina keluarga sakinah ini butuh keahlian dan keterampilan yang berproses,” jelas politisi PKS ini saat dihubungi via WhatsApp. (sop)

Share this post