Terkait Pelibatan Survei Ijin Madrasah, Kasi Penmad Sebut Pokjawas Bodoh

Terkait Pelibatan Survei Ijin Madrasah, Kasi Penmad Sebut Pokjawas Bodoh

Lombok Tengah SR- Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad), pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), H. Kemas Burhan gerah dengan pengakuan Ketua Pokjawas Kemenag Loteng.

Kepada Suara Rinjani, Kamis (17/09), Kasi Penmad mengaku, sungguh bodoh sekali Kelompok Pengawas Madrasah (Pokjawas) Kemenang Loteng, yang menuding kalau pengawas tidak dilibatkan dalam survei pengurusan ijin operasional madrasah.

“Secara aturan Pokjawas itu adalah sekretaris dalam mengurus ijin operasional madrasah. Jadi jika pengawas merasa tidak dilibatkan, kan bodoh namanya,” tegasnya.

Kenapa pihaknya berani mengatakan demikian, sebab, jabatan ketua pengawas dalam hal ini H L Agung Pambudi, adalah sekretaris pengurusan ijin operasional madrasah, jadi sudah jelas setiap pengajuan, hasil survei atau hal-hal yang bersangkutan dengan pengurusan ijin, ada persetujuan juga dari sekretaris.

“Kan logikanya gini dik, dalam program apapun dan punya struktur yang jelas, ada ketua, sekretaris dan seterusnya. Termasuk dalam pengurusan ijin madrasah, jelas semua mekanismenya ada persetujuan sekretaris, kok merasa tidak dilibatkan,” herannya.

Dikatakan, tim survei dari unsur kabuapten bekerja secara profesional, sebab mekanisme pengurusannya sudah jelas, sehingga pihaknya yakin tim di lapangan bekerja secara profesional.

“Tim kami sudah terlatih dan saya yakin pastinya mereka bekerja secara profesional,” akunya.

Selanjutnya, masalah adanya laporan dugaan pungli, pihaknya siap melakukan tindakan tegas, tentunya jika ada bukti atau ada madrasah yang merasa dirugikan.

“Sejauh ini kami masih dalami isu pungli yang dilakukan DS, selaku tim surve. Jika nantinya terbukti pasti kami akan tindak tegas,” tutupnya. (ap)

Share this post