Peduli Kekeringan, FWMO Lotim Salurkan Air Bersih kepada Warga Selatan

Peduli Kekeringan, FWMO Lotim Salurkan Air Bersih kepada Warga Selatan

Lombok Timur SR – Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur membagikan 12 tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Jerowaru, Sabtu (12/09). Bantuan tersebut merupakan bentuk respon dan kepedulian insan pers terhadap warga terdampak kekeringan.

Ketua FWMO Lombok Timur, Syamsurrijal mengatakan, wartawan juga mempunyai kepedulian kepekaan sosial terhadap bencana kekeringan yang menimpa Lombok Timur. Apalagi beberapa bulan ini, warga Lombok Timur terutama di bagian selatan masih banyak kekurangan air bersih  untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih ini kami bagikan di Desa Ekas Buana, untuk 4 titik/dusun, yakni Dusun Tenges-enges, Bagik Cendol, Lendang Terak, dan Dusun Berore,” kata Rizal.

Dia berharap agar bantuan air bersih ini dapat bermanfaat kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan. Sebab, kemarau masih terus terjadi. Bahkan, sehari sebelum pembagian air bersih oleh FWMO, Bupati Lombok Timur mengatakan, ada 15 kecamatan yang terancam kekeringan. Termasuk Kecamatan Jerowaru. Sehingga penggunaan air harus benar-benar dimaksimalkan, apalagi untuk desa yang memang rawan kekeringan.

Selain air bersih, FWMO juga membagikan alat tulis sekolah kepada puluhan anak-anak di sejumlah desa yang dikunjungi. “Semoga bantuan air bersih ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Begitu juga alat tulis yang telah kami bagikan, semoga bermanfaat dan menambah motivasi belajar adik-adik kita,” harap Rizal.

Lebih lanjut, Rizal berharap, bantuan air bersih yang disalurkan FWMO Lombok Timur bisa dijadikan contoh oleh para dermawan lainnya. Sebab, masyarakat di wilayah selatan khususnya, masih sangat membutuhkan air bersih.

“Untuk para dermawan yang sudah membantu kami (FWMO Lotim, red) dalam pengadaan air bersih, kami ucapkan terimakasih banyak,” ungkapnya.

Salah seorang warga penerima bantauan di Dusun Lendang Terak, Ibu Mutiara merasa terbantu dengan sumbangan air bersih dari FWMO. Sebab, selama ini wilayah tempat tinggalnya benar-benar kering. Semua sumur warga setempat juga sudah tak berair. “Biar pun berair, air sumur di sini rasanya hambar,” kata Mutiara.

Masih kata dia, tahun ini pemerintah tidak pernah menyalurkan air bersih di tempat tinggalnya. Kalau tahun lalu sudah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia dan warga setempat terpaksa membeli air. Satu tangki, seharga Rp 200 ribu.

“Kami berharap bantuan air bersih ada lagi. Terutama dari pemerintah. Untuk para wartawan yang sudah memberikan kami air bersih, kami ucapkan terimakasih,” pungkasnya. (red)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or