Soal BKD dan Linmas, Forum BKD Geruduk Ruangan Sekda

Lombok Timur SR- Puluhan perwakilan anggota Badan Keamanan Desa (BKD) dari 253 desa di Lombok Timur (Lotim) mendatangi ruang Sekretaris Daerah (Sekda). Mereka mempertanyakan kejelasan Peraturan Gubernur (Pergub) tahun 2018 tentang pembentukan BKD yang sudah dijanjikan Bupati Lotim untuk segera dikeluarkan tahun 2020. Selain itu, mereka juga menuntut kejelasan tentang akan diubahnya BKD menjadi Linmas.

“Kalau terjadi di desa ada BKD ada Linmas, maka akan saling tumpang tindih,” kata Ketua Forum BKD Lotim, Lalu Saparudin, Senin (07/09)

Lanjut Saparudin, jika Pemda lebih mementingkan peran Linmas dalam menjaga keamanan. Ia yakin kondisi keamanan di desa tidak akan kondusif karena Linmas dipilih dan dibentuk oleh desa. Berbeda dengan BKD yang dipilih dan dibentuk dari orang-orang pilihan di suatu desa. “Ini harus ada kejelasan, jangan sampai menjadi polemik baru,”tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. M. Juaini Taofik yang menerima perwakilan BKD mengatakan, Pemda sangat memperhatikan, menghargai, dan menghormati kehadiran BKD di Lotim. Bahkan, selama pandemi Covid-19 ini, peran BKD sangat vital dalam membantu pencegahan Covid-19.

“Kita tidak menampik peran BKD selama ini. Mereka cukup membantu dalam pencegahan Covid-19 dan bahkan siap dipanggil dalam kegiatan bela negara jika diperlukan,” tandas Juaini.

Dikatakannya, yang menjadi permasalahan saat ini ialah akan diubahnya peran dan fungsi BKD ke Linmas dan minimnya perhatian pemerintah daerah akan kesejahteraan anggota BKD.

“Kami sudah berbicara dengan bupati, kami sudah anggarkan dana untuk kesejahteraan anggota BKD dan akan segera disalurkan,” janjinya.

Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio yang mendampingi Sekda saat menemui perwakilan BKD juga memuji kinerja BKD selama ini. Menurutnya, kepedulian BKD mengenai masalah keamanan juga harus diapresiasi setinggi-tingginya. Ia mengakui pihaknya selama ini sudah membina dan melakukan komunikasi dengan para anggota BKD di Lotim. Tunggul, berharap kedepannya BKD harus cerdas agar tidak mudah termakan isu yang dapat menyebabkan konflik di masyarakat.

“Kedepan BKD harus cerdas dalam menyikapi segala hal. Termasuk informasi, jangan sampai mudah termakan isu yang dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat,” terang Tunggul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Keuangan Desa, Hj. Martaniati yang mewakili Kepala Dinas PMD yang berhalangan hadir mengatakan, sumber dana desa berupa PADes, APBDes, dan hasil pajak selama ini belum bisa memenuhi kebutuhan untuk mensejahterakan anggota BKD di masing-masing desa.

“Bidang yang bisa dibiayai dari dana desa termasuk bidang pembinaan. Akan tetapi, tentunya desa memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan kebijakan tersebut,” jelas Martaniati.

Di akhir acara, sebagi bentuk apresiasi kepada anggota BKD, Sekda Lotim memaparkan beberapa desa yang sudah nihil kasus Covid-19 yang merupakan salah satu peran dari anggota BKD. Dari 253 desa yang ada di Lotim, hanya tinggal 23 desa yang masih memiliki kasus Covid-19.

“Ini suatu prestasi yang membanggakan bagi anggota BKD. Tanpa peran BKD yang intensif menjaga lingkungan, mungkin kasus Covid-19 di Lotim tidak akan menurun,” pujinya. (sop)

Share this post