Bangun Sinergitas, Kanwil Kemenag NTB Kunjungi Ketum PBNW

Bangun Sinergitas, Kanwil Kemenag NTB Kunjungi Ketum PBNW

Lombok Timur SR – Dalam upaya meningkatkan sinergitas dalam membangun NTB bidang keagamaan dan pondok pesantren, Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. KH Zaidi Abdad, melakukan kunjungan silaturahim kepada Ketua Umum PBNW, Tuan Guru Bajang KH Lale Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Minggu (06/09).

Rombongan Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB itu diterima di Masjid Jamik Darul Quran wal Hadits al Majidiyah Asyafiiyah NW Anjani, oleh Ketua Umum PBNW Tuan Guru Bajang KH Lale Gede Muhammad Zainuddin Atsani, didampingi Sekjend PBNW dan seluruh jajaran PBNW yang kebetulan ada agenda rapat konsolidasi pada hari tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNW, mengungkapkan bahwa organisasi NW sejak didirikan almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, hingga saat terus berkembang dengan pesat di hampir seluruh provinsi se Indonesia.

“Pada masa hayat pendiri NW, jumlah madrasah NW di Indonesia sekitar 700-an, baru setelah dipimpin Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, sekitar 21 tahun, jumlah madrasah NW menjadi 1.500 buah se Indonesia,” tandasnya.

Syaikhuna, panggilan akrab Ketua Umum PBNW juga menjelaskan untuk kepengurusan NW, pada awal berdirinya NW hingga wafatnya pendiri NW yang sudah di SK kan sebanyak 7 provinsi, kemudian bertambah menjadi 23 provinsi, dan sekarang sudah 26 provinsi kepengurusan NW secara organisasi.

“Alhamdulillah, sejak saya dipercaya menjadi Ketua Umum PBNW pada Muktamar 14 di Mataram pada 2017, kita intens  melakukan kunjungan ke berbagai provinsi dan sudah berhasil membentuk pengurus NW  termasuk di luar negeri,” urainya.

Lanjutnya, kusus Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, buah karya Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin yang didirikan 20 tahun silam sebagai induk madrasah NW. Hingga saat ini, pondok ini sudah memiliki 14 lembaga pendidikan dari TK-Perguruan Tinggi dengan jumlah santri sekitar 15 ribu dari berbagai daerah di Indonesia.

“Luas lahan yang sudah dibebaskan hingga saat ini berjumlah 27 ha, dan akan kami tambah terus lahannya karena semakin banyak santri yang nyantri,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, KH Zaidi Abdad, mengutarakan kegiatan silaturahim ini sebagai ikhtiar kami menjalin hubungan baik dan memohon doa agar program Kanwil bisa berjalan dengan baik.

“Kami mohon doa Ketua Umum PBNW dan para tuan guru, agar bisa mengembalikan muru’ah Kementerian Agama di NTB ini. Mulai dari pelayanan, administrasi dan permasalahan yang lain juga,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada santri NW agar terus belajar dengan tekun, karena sekarang ini banyak santri-santri dan dari kalngan pesantren meraih prestasi yang membanggakan, bahkan kita sudah punya presiden dan wakil presiden dari kalangan santri.

“Nah, inilah bukti kaum santri juga hebat, tidak kalah kualitas dengan keluaran dari sekolah umum,” pungkasnya. (vin)

 

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or