Pandemi Covid-19, PMB di SMAN 1 Keruak Tetap Berjalan

Pandemi Covid-19, PMB di SMAN 1 Keruak Tetap Berjalan

Lombok Timur SR – Wabah virus corona tidak menyurutkan semangat dan motivasi guru dalam memberikan pendidikan dan pembelajaran yang baik terhadap anak-anak siswa dan siswi yang didiknya di Sekolah Menengah Atas 1 (SMAN1) Keruak Kecamatan Keruak. Salah satunya dengan memberikan pembelajaran yang menggunakan Model Interaktif Berbasis Internet atau yang dikenal dengan pembelajaran Daring menggunakan aplikasi WhatsApp.

“Alhamdulillah, proses belajar mengajar (PMB) Daring di fase ke 2 masa transisi, di SMAN 1 Keruak, sudah cukup luar biasa semangat guru. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Whatsapp Auto ini juga berjalan lancer. Tentunya, sesuai dengan apa yang menjadi harapan kita bersama” kata Kepsek SMAN 1 Keruak, Ahmad Junaidi., M.Pd, saat di temui di ruang kerjanya, Selasa, (25/08).

Ahmad, menambahkan, terkait dengan sistem pembelajaran Daring dengan menggunakan aplikasi Whatsapp Auto, juga sudah membuat salah satu aplikasi Web sekolah khusus untuk memonitoring dan melihat langsung proses pembelajaran yang berlangsung.

“Ya, kebetulan kami juga kemarin sudah mendesain salah satu aplikasi web sman1keruak.id, sebagai pendukung sekaligus untuk memantau langsung proses pembejaran Daring dengan menggunakan Whatsapp Auto itu. Alhamdulillah proses belajar-mengajar antara teman-teman guru dengan siswa kita yang ada cukup efektif, dan kami juga dari sekolah tentunya sudah memfasilitasi anak-anak dengan memberikannya kouta internet untuk digunakannya pada saat PMB,” terangnya.

Ia, juga mengungkapkan terkait dengan keberadaan siswa yang ada di wilayah desanya terkendala dengan sinyal internet, pihak sekolah mengadakan pembelajaran (Luar Jaringan) Luring.

“Kalau misalnya di wilayah tempat tinggal siswa-siswi kita yang tidak terjangkau dengan sinyal internet, nanti melalui guru BP akan direkap, lalu kemudian kita berikan pembelajaran Luring dengan cara kita berkunjung ke tempatnya. Kayak yang kemarin kita adakan pembelajaran Luring kemarin di Pulau Meringkik. Caranya, kita kumpulkan mereka untuk belajar di salah satu tempat yang kondisif di sana dengan mengikuti protokol covid-19,” paparnya.

Ahmad Junaidi, berharap semoga proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolahnya bisa kembali normal, seperti biasanya. Kita bisa kembali masuk sekolah bersama anak-anak, karena anak-anak juga rindu ingin bisa belajar dengan Bapak-Ibu gurunya di sekolah.

“Kami juga dari Bapak-Ibu guru rindu dengan anak-anak, lebih-lebih terhadap anak-anak didik kita yang baru masuk ini,”pungkasnya.

Sementara itu, tim kurikulum SMAN 1 Keruak, Ainudin, menjelaskan dengan adanya aplikasi web yang sudah dibuat sekolahnya, pihaknya juga bisa menilai anak-anak siswa dan siswinya, apakah mengikuti pembelajaran atau tidaknya.

“Jadi, keberadaan aplikasi web sman1keruak.id ini kita bisa mengetahui langsung dari siswa-siswi kita, mana yang aktif dengan yang tidaknya dan rata-rata mereka semua aktif dalam mengikuti proses pembelajaran Daring yang diberikan gurunya melalui aplikasi Whatsapp Auto yang sudah diunduh di ponselnya mereka masing-masing” tandasnya.

Lanjutnya, aplikasi web sman1keruak.id juga selain bisa mengetahui langsung proses jalannya pembelajaran, web ini juga bisa mendeteksi, apakah siswa dan siswi hadir atau tidaknya mengikuti pembelajaran.

“Kalau untuk perhari ini yang tidak hadir 165 dari total jumlah keseluruhannya 914, berarti ada 749 siswa-siswi yang hadir hari ini. 749 itukan lumayan, sudah mencapai 70/80 % nan lah! Alhamdulillah persentasenya cukup baik. Namun, sisanya yang 20/30%, karena tidak ada hp dan terkendala sinyal. Itu menjadi tugasnya kami dan guru BP di sekolah untuk mendatangi mereka dan kemudian kita berikan pembelajaran Luring,” urainya

Muksin, Guru Matematika, mengaku dalam memberikan pembelajaran Daring kepada siswanya menggunakan aplikasi whatsapp ini, membuat mereka belajarnya terlihat antusias, terlebih juga untuk diaksesnya mudah.

“Jadi proses pembelajaran Daring dengan menggunakan aplikasi Whatsapp Auto ini, di samping biayanya lebih murah dan terjangkau, mengaksesnya juga lebih capat, sehingga suasana belajarnya seperti kita belajarnya di kelas. Saya melihat mereka sangat semangat sekali dalam mengikuti pembelajaran Daring yang kita berikan ini,” tutupnya. (LN).

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or