Petani Tembakau Keluhkan Minim Bantuan Pemda

Petani Tembakau Keluhkan Minim Bantuan Pemda

Lombok Tengah, SR – Masih minimnya bantuan diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) kepada petani khususnya petani tembakau di sejumlah wilayah terutama di Kecamatan Praya Timur (Pratim), Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB) mendapat banyak keluhkan dari para petani.  

Para petani tembakau pun berasumsi kalau pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi (pemprov) selama ini terkesan memang kurang perhatian terhadap kemajuan sekaligus peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka. Sebab, sejauh ini perhatian pemerintah belum sepenuhnya dirasa para petani tembakau.

Adanya keluhan petani tembakau seperti ini salah satunya terjadi di Desa Semoyang, Kecamatan Pratim dan dibenarkan Kepala Desa (Kades) Semoyang, Zulkarnaen. Menurutnya, arah kebijakan pemerintah pusat dimana sesuai Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Permendes PDTT), No : 10 / Tahun 2020,  yang sudah jelas tercantum beberapa hal terkait dengan urusan persoalan tadi. Yakni salah satunya berbunyi, menempatkan ketahanan pangan sebagai program utama dalam membangun perekonomian masyarakat pasca pandemi.

“Tentu saja bukan tidak mungkin  guna mengaplikasikan salah satu isi dari Permendes PDTT tadi, caranya pemerintah semestinya lebih memperhatikan petani dengan mempersiapkan lumbung pangan daerah. Termasuk mempersiapkan gudang tembakau bagi para petani, sehingga para petani tembakau di desa kami pun akan merasakan langsung adanya bentuk dukungan moril dari pemnerintah,” jelasnya di ruang kerjanya, Rabu (19/08).

Dikatakan, kedepan bentuk kegiatan program itu tadi terutama sekali patut untuk dilakukan di sejumlah daerah wilayah penghasil tembakau. Tidak terkecuali dalam hal ini adalah berlaku juga bagi wilayah Pemkab Loteng, yang merupakan salah satu kabupaten penghasil tembakau terbesar di NTB dan diketahui petani tembakaunya banyak tersebar di sebagian besar daerah kecamatan.

Zulkarnaen, yang juga sebagai Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kecamatan Pratim Loteng, menyampaikan,  seandainya pimpinan di daerah Kab. Loteng serta kepala dinas terkait bersama sama dengan dinas industri dan perdagangan mau bergerak, baik itu sekedar untuk melakukan koordinasi maupun urusan kepentingan melobi salah satu perusahaan tembakau yang ada di NTB, sehingga nantinya terdapat lebih banyak lagi dibangun gudang rokok di wilayah Loteng.

“Insha Alloh, tidak ada keluhan kalau pemerintah mau lebih peduli. Sinergi pemimpin daerah dan pejabat terkait melobi perusahaan tembakau agar nantinya ada penambahan gudang rokok di Loteng. Kabupaten Lotim saja kita tahu sejak lama sudah ada berdiri beberapa bangunan gudang rokok bekerjasama dengan perusahaan tembakau, masa Loteng kalah dengan Lotim,” ketusnya.

Ditegaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) jelas akan berdampak positif terjadi peningkatan dari hasil tembakau apabila terdapat lebih banyak lagi gudang rokok di Loteng.  Dapat dilihat selama ini sebagian besar tembakau petani Loteng, dijual ke Lotimlantaran di Loteng yang hanya memiliki satu saja unit bangunan gudang tembakau.

Tidak heran, katanya lagi, kondisi ini tentu saja menjadikan petani tembakau Loteng yang terkesan hanya bergantung pada Lotim. Dan dapat dibilang, sekarang ini dari semua gudang perusahaan rokok yang melakukan pembelian di NTB hampir semuanya ada di Lotim.

“Bukan mustahil, kalau saja di Loteng ada banyak gudang perusahaan rokok, maka Pemkab kita pun akan mendapat untung, yakni terjadi peningkatan PAD. Selain itu, semakin banyak berdiri gudang tembakau juga berimbas pula terhadap adanya terbuka lapangan kerja bagi warga masyarakat sekitar,” pungkasnya. (ang)

Share this post