SUARA LOTIM 

Program Kampung KB di Lombok Timur Belum Berkembang

Lombok Timur SR – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) telah membentuk 44 kampung KB  sebagai wahana pemberdayaan masyarakat di tingkat dusun. Kendati demikian, baru satu kampung KB yang telah berkembang.

“Dari 44 kampung KB yang telah terbentuk, baru satu kampung KB yang telah berkembang. Konsep awal kampung KB ini berada di level kampung sehingga kami memaklumi juga karena kemampuan dari dusun untuk mengelola sumberdaya yang dimiliki, baik SDMnya maupun sumberdaya sarana dan prasarana,” jelas Kepala DP3AKB Lotim, Asrul Sani kepada wartawan, Rabu (19/8).

Lanjutnya, untuk mengembangkan program kampung KB tersebut pihaknya akan memfasilitasi semua kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan oleh ketua kampung KB seperti halnya pertemuan-pertemuan dan pelatihan-pelatihan.

“Kami akan memfasilitasi kegiatan kampung KB itu. Misalnya melakukan pelatihan dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” tandasnya.

Dengan adanya kampung KB tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengatasi problem yang ada di tingkat dusun seperti menekan angka putus sekolah dan masyarakat yang belum terdata identitas kependudukannya bisa terdata semua.

“Program ini juga untuk mengantisipasi anak putus sekolah. Selain itu program ini juga membantu untuk mendata identitas penduduk,” imbuhnya.

Kedepannya, Asrul berharap program ini bisa masuk ke level desa. Mengingat program kampung KB tersebut masih pada level dusun saja.”Harapan kami semoga kedepannya bisa naik ke tingkat desa,” pungkasnya. (sop)

Related posts

%d blogger menyukai ini: