September, 515 SHP Mulai Dikerjakan

September, 515 SHP Mulai Dikerjakan

Lombok Tengah SR- Pada September mendatang, sebanyak 515 Sarana Hunian Pariwisata (SHP), sudah mulai dibangun. Pembangunan hunian yang dianggarkan pemerintah pusat, rencananya akan dibangun di sekitar jalur menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng).

Kepala Dinas Perkim Loteng, HL. Rahadian kepada Suara Rinjani, Selasa (18/08) membenarkan, di bulan September mendatang, terdapat 515 sarana hunian pariwisata, yang akan dibangun di sepanjang jalan menuju masuk ke KEK Mandalika.

“Insyaallah, saya pastikan pada September mendatang, pemerintah pusat sudah mulai membangun SHP, khususnya di desa-desa yang menghubungkan jalan menujuq KEK Mandalika,” paparnya.

Adapun desa-desa yang dilalui menuju KEK Mandalika atau tempat akan dibangunnya SHP diantaranya Desa Ketare, Tanak Awu, Sengkol, Rembitan, Mertak dan Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng.

Selanjutnya, di kecamatan Praya Barat Loteng, diantaranya Desa Selong Blanak, Mekar Sari dan yang lainnya. “Dari semua desa yang saya sebutkan, paling banyak dibangun di Desa Kuta Kecamatan Pujut,” cetusnya.

Kenapa banyak di Desa Kuta, lanjutnya, pasalnya, lokasi KEK Mandalika, berada di wilayah Desa Kuta, sehingga itu masuk prioritas pemerintah pusat, sebagai pusat penyangga KEK Mandalika.

Selanjutnya masalah anggaran, satu unit rumah dikerjakan dengan jumlah anggaran senilai Rp 115 juta. Sasaran rumah kumuh yang berada di desa yang sudah disebutkan sebelumnya. Sedangkan masalah model pembangunan, itu tidak seragam kendati dikerjakan oleh pemerintah pusat. Sebab, model rumah itu disesuaikan dengan keinginan masyarakat yang mendapatkan bantuan tersebut. Bagi masyarakat yang memiliki rizki atau uang lebih, baginya, itu tidak masalah jika mau membangun lebih dari anggaran yang telah ditentukan.

“Kan masing-masing rumah mendapatkan suntikan dana sebanyak Rp 115 juta, jadi jika ada masyarakat yang mampu membangun lebih dari anggaran yang ada itu tidak masalah, sebab model bangunannya tidak seragam diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang sudah didata sebelumnya,” paparnya panjang

Ditambahkan, sesuai aturan yang telah di tentukan, bantuan tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki rumah tak layak huni, khususnya di pinggir jalan dan pengerjaanya. “Insyaallah akan dimulai pada awal September dan selesai akhir Oktober atau awal November mendatang,”pungkasnya.  (ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or