Dampak Covid-19, Pernikahan Anak di Bawah Umur Meningkat

Dampak Covid-19, Pernikahan Anak di Bawah Umur Meningkat

Lombok Timur SR- Kasus pernikahan anak di bawah umur pada masa pandemi mendapat perhatian serius dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lotim.

“Kami sangat prihatin atas banyaknya kasus pernikahan anak selama masa pandemi Covid-19 ini,” tutur Kepala UPTD PPA Lotim, Hj. Nurhidayati Taofik kepada Suara Rinjani, Jum’at (14/08).

Kasus-kasus tersebut, lanjut dia, banyak terjadi disebabkan minimnya peranan orang tua dalam mendidik anak-anaknya selama mereka berada di rumah. Mengingat anak-anak di bawah umur masih rentan akan pengaruh dunia luar. Akan tetapi, tidak hanya peran orang tua saja yang sangat penting. Menurutnya, peran Pemerintah Desa, Kadus sampai dengan tingkat di bawahnya juga memiliki peranan penting dalam hal ini.

“Orang tua sangat berperan dalam hal ini. Karena selama masa pandemi ini anak-anak lebih banyak di rumah. Akan tetapi, peran Pemerintah Desa, juga sangat penting untuk mensosialisasikan dampak buruk pernikahan anak di bawah umur itu,” imbuhnya.

Selama masa pandemi Covid-19, UPTD PPA Lotim mencatat ada delapan kasus yang sudah masuk dalam laporan. Dengan satu kasus di antaranya dapat dilerai  pihak UPTD PPA Lotim. Umumnya laporan-laporan tersebut diperoleh dari pihak sekolah yang salah satu anak didiknya mengalami hal tersebut.

Dari data tersebut, UPTD PPA Lotim menyimpulkan kasus pernikahan anak di bawah umur rentan terjadi selama masa pandemi. Ditambah lagi lamanya masa libur sekolah.

“Jika dihitung dari Januari-Juli, ada 15 kasus yang sudah kami terima laporannya. Sebanyak 8 kasus terjadi setelah masa pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (sop

Share this post

One thought on “Dampak Covid-19, Pernikahan Anak di Bawah Umur Meningkat