Akdes Bantah Tudingan Pemotongan BST di Desa Kembang Are Sampai

Akdes Bantah Tudingan Pemotongan BST di Desa Kembang Are Sampai

Lombok Timur SR- Beredarnya isu pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Kembang Are Sampai Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, yang diberitakan salah satu media online dibantah Asosiasi Kepala Desa (Akdes) Kabupaten Lombok Timur.

“Sangat disayangkan apa yang diberitakan di salah satu media online kita ini, memang tidak benar adanya terjadi pemotongan dana BST yang ada di Desa Kembang Are Sampai ini” kata salah satu anggota Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Lombok Timur, Harmain, Rabu (05/08) lalu.

Dijelaskan, Kepala Desa Kembang Are Sampai, Awaludin yang dituding melakukan pemotongan BST mengatakan, anggaran dana BST tersebut tidak dilakukan pemotongan seperti berita yang dimuat di salah satu Media Online yang ada.

“Saya, mana mungkin memotong anggaran dana BST yang memang diperuntukkan kepada masyarakat saya. Hanya saja, memang waktu itu, kami alihkan dana itu kepada masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan dari beberapa jenis bantuan Covid-19 tersebut, itupun atas dasar kesepakatan dan ketentuan sesuai dengan regulasi aturan yang ada, supaya masyarakat yang tidak dapat, kebagian juga” terang Kades.

Sementara itu, H. Yahya, sanggota Forum Kepeduliaan Masyarakat Dini (FKDM) Kecamatan Sakra Barat yang mengikuti hearing membenarkan bahwa di desa tersebut tidak ada pemotongan BST. Dari pertemuan yang terdiri dari beberapa unsur perangkat desa, Kepala Desa, Akdes dan teman-teman media yang ikut serta hadir mengikuti hearing memang tidak ada pemotongan BST di Desa Kembang Are Sampai ini.

“Terkait dengan berita yang beredar soal pemotongan tersebut itu juga tidak benar dan itu harus diklarifikasi oleh media online yang bersangkutan” tandasnya.

Diakui salah satu jurnalis Media Online tersebut, mengatakan bahwa sebelumnya, berita yang ditulisnya itu adalah masih dalam proses.

“Jika ada kesalahan terkait dengan kepenulisan berita yang saya sampaikan, saya minta maaf,” kata H Yahya, menirukan kata sang Jurnalis itu. (lun)

Share this post