SUARA LOTIM 

Pejuang SUKMA Demo Bupati Sukiman, Desak Copot Camat Jerowaru

Lombok Timur SR- Puluhan pemuda yang menamakan diri Gerakan Pemuda Rakyat Melawan asal Desa Wakan Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (05/08).

Aksi unjuk rasa tersebut dilatarbelakangi ketidakpuasan mereka terhadap keputusan Pemerintah Desa Wakan dan Kecamatan Jerowaru atas pelantikan empat kepala wilayah (Kawil) di desa setempat tanpa melalui prosedur.

Koordinator‏ Umum,  Abdul Pasah, meminta Bupati Lombok Timur untuk mencopot Camat Jerowaru dan kepala Desa Wakan karena  melanggar peraturan soal pengangkatan perangkat desa yang tidak sesuai mekanisme yang telah tertuang pada peraturan Bupati Lombok Timur.

Pihaknya menuding Kepala Desa dan Camat Jerowaru, melanggar peraturan bupati Lombok Timur nomor 06 tahun 2018 tentang mekanisme pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dan staf, dimana kewenangan panitia seleksi pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dibentuk oleh kepala desa.

Orator aksi, Muhrim Rajasa, yang tak lain adalah pentolan Tim Sukma pada pilkada 2018 lalu, menilai pelantikan Kawil tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh masyarakat Desa Wakan sehingga dinilainya cacat hukum. Oleh karena Bupati Sukiman harus memecat Kepala Desa dan Camat Jerowaru karena telah melanggar peraturan.

“Kami mohon Ayahanda Sukiman bisa menemui kami untuk mendengar aspirasi masyarakatnya. Kalau tidak keluar, maka kita berhenti pilih dia sebagai Bupati, dan kami siap mendatangkan massa lebih besar lagi jika tidak direspon tuntutan ini,”ancam Muhrim, yang juga salah seorang pejabat di PDAM Lombok Timur.

Lanjutnya, pengangkatan empat Kawil tersebut pun tidak melalui keputusan bersama. Ia menduga pengangkatan empat Kawil merupakan praktek monarki atau pengangkatan dilakukan oleh satu pihak yakni Kepala Desa Wakan saja.

“Kami menilai Pemdes tidak transparan dalam hal ini. Yang dilantik seharusnya sepuluh Kawil, nyatanya hanya empat,” terang Muhrim.

Katanya, meski telah dilakukan mediasi dengan Camat Jerowaru dan ditunda pengukuhan empat Kawil tersebut, dirinya menilai Camat Jerowaru juga tidak mengindahkan tuntutan masyarakat sehingga ia juga menuntut Camat Jerowaru dicopot.

“Kami meminta Bupati mencopot Camat Jerowaru dan Kepala Desa Wakan,” pintanya.

Namun, sayang sekali, sampai aksi berakhir, Bupati Sukiman yang diharapkan keluar menemui massa aksi, tidak kunjung keluar, bahkan satupun pejabat Lombok Timur seolah tidak peduli dengan aksi yang dilakukan warga Desa Wakan tersebut.

Aksi tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian dan personil Pol PP yang berjaga jaga di halaman kantor bupati.

Sementara itu, Pemerintah Desa Wakan, melalui Sekretaris Desa Wakan, H. Jinatih saat ditemui Suara Rinjani di ruang kerjanya, membantah Pemdes tidak transparan dalam pengangkatan empat Kawil tersebut.

“Pengukuhan empat Kawil itu sudah melalui keputusan bersama Kades dan masyarakat bila hari, tapi masyarakat sepertinya membesar-besarkan masalah ini,” jelasnya. (sop)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: