Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis, Oknum Kades di Sumbawa Dipolisikan

Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis, Oknum Kades di Sumbawa Dipolisikan

Sumbawa, SR – Dugaan pelecehan terhadap profesi jurnalis kembali terjadi oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kali ini, menimpa Hermansyah yang merupakan salah satu awak media Harian Nasional News. Ia mempolisikan beberapa akun media sosial FB dengan tuduhan pencemaran nama baik, serta undang-undang ITE kepada Polres Sumbawa Nusa Tenggara Barat, Senin, (03/08).

“Laporan pengaduan tertulis ini secara resmi telah saya sampaikan kepada pihak Kepolisian Resort Sumbawa dengan harapan agar dapat mengusut tuntas persoalan yang terjadi. Mengingat hal ini telah disampaikan kepada Pemimpin Redaksi, Penanggung Jawab bersama Dewan Pembina Harnas News yang memerintahkan kepada saya untuk mempolisikan oknum pemilik akun FB yang mencemarkan nama baik dan melecehkan profesi jurnalis melalui proses hukum,” ujar Hermansyah.

Hermansyah, dituding sebagai “provokator” dari postingan media sosial akun Facebook Abdul Wahab He yang notabene sebagai  Kepala Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa hingga mendapat tanggapan beragam dari sejumlah netizen.

“Kedepan tidak menjadi preseden buruk, menuding jurnalis sebagai provokator dan membuat berita hoax, dengan merujuk kepada ketentuan hukum dan aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Lanjutnya, setidaknya ada 4 pemilik Akun Facebook yang menjadi terlapor dalam kasus tersebut diantaranya Abdul Wahab He, Harking Adja, Ekis Bintang Laut dan Aji Rusdianto. Ia memilih menempuh jalur hukum karena merasa profesinya dilecehkan oleh akun-akun tersebut.

“Mengapa masalah ini harus dilaporkan kepada pihak kepolisian, karena apa yang diungkapkan dalam postingan akun FB Abdul Wahab He hingga mendapatkan tanggapan dari para Netizen akun FB lainnya itu, telah dengan nyata dan secara terang menuduh dirinya sebagai provokator dan bahkan saya dituding telah membuat berita bohong (hoax) serta menjadikan Desa Penyaring tidak kondusif tanpa bukti dan ini namanya fitnah sekaligus melecehkan dirinya yang berprofesi sebagai wartawan,” tukasnya.

Adapun poin yang menjadi delik aduan Hermansyah ialah UU ITE Nomor 11 Tahun 2016, UU Pokok Pers Nomo 40 Tahun 1999, UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan KUHP.

“Karena itu kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusutnya dengan tuntas,” pungkas Hermansyah.

Sementara itu, Abdul Wahab pemilik akun Facebook Abdul Wahab He yang juga Kades Penyaring ketika dikonfirmasi wartawan via telepon seluler Senin (03/08), mengakui dirinya telah membuat postingan pada akun FB miliknya hingga mendapatkan tanggapan beragam dari sejumlah netizen.

Menurutnya, pelaporan yang dilakukan oleh Hermansyah adalah hak pribadinya. Ia tetap pada pendiriannya bahwa keikutsertaan Hermansyah sebagai wartawan saat melakukan unjuk rasa, ia pertanyakan.

“Memang benar saya membuat pernyataan lewat postingan akun FB saya itu dan tentu ada alasannya, karena itu jika yang bersangkutan keberatan dan lapor Polisi, itu adalah haknya silakan saja,” tukas Abdul Wahab.

Kejadian tersebut tentunya menambah daftar panjang awak media yang dilecehkan oleh pejabat publik. “Hal tersebut patut menjadi perhatian para aparat penegak hukum untuk menghindari kejadian serupa terulang pada awak media,” pungkasnya. (Red/bgs)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or