H. Jalalusyayuthy : Kamad Tidak Lakukan Workshop, Itu Tandanya Minim Kreasi

H. Jalalusyayuthy : Kamad Tidak Lakukan Workshop, Itu Tandanya Minim Kreasi
Terkait Pendidikan Kebiasaan Baru di Tengah New Normal
Lombok Tengah SR- Wabah Covid-19, telah mengubah kebiasaan lama dengan program kebiasaan baru, terutama program pendidikan. Datangnya program kebiasaan baru yang berimbas terhadap pendidikan, tentunya itu dibutuhkan pemikiran dan kreasi para pendidik, utamanya bagi para kepala madrasah ditubuh Kementerian Agama (kemenag) Lombok Tengah (Loteng).
“Saya sudah menyarankan kepada seluruh kepala madrasah, utamanya kepala madrasah negeri, untuk melahirkan program baru atau kreasi baru menyambut kebiasaan baru. Bagi kepala yang tidak melahirkan ide baru, itu namanya kepala madrasah yang minim pengetahuan, sehingga kreasinya nol,” kata Kepala Kemenag Loteng, H. Jalalusyayuthy saat membuka workshop inovasi media pembelajaran berbasis web di fase transisi menuju era new normal di MTsN 4 Loteng Kamis (29/07).
Menjadi seorang kepala, lanjut mantan Kabid Penmad Kanwil Kemenag NTB, harus cekatan dan mampu membaca situasi dan kondisi, termasuk saat ini.
“Masing masing madrasah punya DIPA atau BOS, anggaran yang harus dikelolanya, dan itu bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi, jika tidak peka itu pertanda dia itu belum lihai,” ulangnya.
Dikatakan, dari seluruh madrasah negeri yang sudah melaksanakan workshop menyambut kebiasaan baru dalam pendidikan diantaranya. MTsN 1, 2, 3, 4, 5, sedangkan MTsN 6 belum mengadakan.
Selanjutnya untuk MIN, yang sudah melaksanakan hanyalah MIN 3, sedangkan MIN 1, 2 dan 4 belum. Dan untuk MAN juga yang sudah mengadakan hanyalah MAN 1, sedangkan MAN 2 dan 3 belum mengadakan.
“Tidak ada sanksi yang akan diberikan bagi madrasah negeri yang belum mengadakan. Cuman saya sangat sayangkan dan nantinya saya akan sindir disetiap ada rapat khusus,” cetusnya.
Disebutkan, melakukan workshop sebenarnya tidak wajib, namun baginya itu bisa ia jadikan sebagai barometer atau tolak ukur, kalau kepala yang melakukan workshop, adalah ciri ciri pemimpin yang mengerti dengan sikon.
Kendati demikian bagi madrasah yang belum mengadakan, pihaknya yakin proses pendidikan di era new normal, juga mereka laksanakan, baik itu pendidikan dengan cara daring ataupun laring. Hanya saja untuk Warshop itu juga penting untuk dilakukan.
Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Loteng H. Kemas Burhan mengatakan, semua tenaga pendidik harus tau bagaimana caranya memberikan pembelajaran ditengah transisi ini.
Sehingga workshop yang dilakukan oleh kepala madrasah itu penting, sehingga para pendidik, bisa menyikapi permasalahan ini, sehingga Proses Belajar dan Mengajar (PBM) tetap lancar.
“Tujuan kita hanyalah, bagaimana caranya PBM tetap jalan, kendati dibawah Pandemi,” katanya.
Diakuinya, sebagian besar madrasah negeri sudah melakukan hal yang sama, dan ada juga yang masih belum, namun PBM tetap mereka lakukan, tentunya dengan cara daring dan laring. “Alhamdulillah, sebagian besar saya catat sudah melakukan workshop, sedangkan yang belum, saya berharap segera di rencanakan,” pintanya.
Sementara itu Kepala MTsN 4 Loteng Ahyar mengaku, dalam workshop ini diikuti oleh 40 peserta, masing masing 10 guru yang diperbantukan di madrasah swasta, dan 30 nya lagi berasal dari internal pendidik MTsN 4 Loteng.
Selanjutnya narasumber yang dihadirkan, diantaranya Kasi Penmad Kemenag H. Kemas, selanjutnya dari akademi Lalu Usman Ali dosen UIN yang ahli di bidang aplikasi pembelajaran dengan website
Ditambahkan, selain workshop khusus untuk pendidik, hal-hal lain yang menyangkut menangkal Covid-19, semuanya sudah ia lakukan.
Mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, menyediakan hand sanitizer, pembersihan dan yang lainnya. Kecuali alat pengukur suhu sampai saat ini belum dikirimkan.
“Menangkal Covid-19, semuanya sudah kita lakukan, kecuali pengadaan alat pengukur suhu. Alat tersebut sudah kita pesan namun belum dikirimkan dan insyaallah dalam waktu dekat alat tersebut sudah diterimanya,” tutupnya. (ap)

Share this post