Kades Pelambik Klarifikasi Laporan H Alif  Soal Kasus Dugaan Pemukulan

Kades Pelambik Klarifikasi Laporan H Alif  Soal Kasus Dugaan Pemukulan
Lombok Tengah SR- Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng) Jumasan,  dituduh telah melakukan pemukulan terhadap Ahmad Yusron, akhirnya angkat bicara.
Kepada Suara Rinjani usai memenuhi undangan klarifikasi Polres Loteng mengatakan, kedatangannya ke polres Loteng, guna memenuhi undangan klarifikasi Polres dan mengklarifikasi dugaan laporan yang dilakukan oleh keluarga korban ( H. Alif Yafi )
“Sebagai warga negara Indonesia yang taat aturan, hari ini saya menghadiri undangan klarifikasi Polres Loteng, terkait dugaan pemukulan yang dilaporkan Keluarga Korban (H. Alif Yafi,),” katanya di halaman Polres Loteng.
Dikatakan, laporan yang dilayangkan keluarga korban  (H. Alif Yafi) itu murni tidak benar alias berbohong, pasalnya pihaknya tidak pernah melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan kepada dirinya.
“Saya tadi sudah berikan kesaksian dan berdasarkan realita di lapangan dihadapan penyidik, kalau saya tidak pernah melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan kepada saya,” ungkapnya.
Padahal lanjutnya, pihaknya saat itu sedang melakukan patroli dalam rangka persiapan lomba kampung sehat dan patroli terkait pencegahan penyebaran Covid 19,  berhubung ada warga dari Desa Pelambik yang positif Covid 19.
Setibanya di lokasi tempat mereka berkumpul, dirinya berhenti karena dilempari kotoran dan sepontan dirinya menanyakan siapa yang melakukan pelemparan. Mereka menunjuk Yusron.
“Saya memegang kepala Ahmad Yusron, dan  menasihati dengan kata-kata, siapa orang tuamu dan kasih tahu orang tuamu, jangan lakukan hal kayak gini dipinggir jalan, banyak orang lalu lalang nanti terjadi hal hal yang tak diinginkan,” tuturnya.
Dan sebelum dirinya lewat, ternyata sudah ada kejadian penyiraman dengan air cabe di campur pasir  yang korbannya adalah Nova Putra Herni dan itu diceritakan oleh keluarga korban sendiri.
 “Penyiraman yang dilakukan Yusron, ternyata bukan hanya saya saja, hal yang sama juga dilakukan terhadap salah seorang warganya atas nama Nova,” katanya.
Ditambahkan, setelah menasihati pihaknya langsung meninggalkan mereka. “Memukul seperti yang dilaporkan itu, tidak benar,” tegas purnawirawan TNI ini.
Terpisah Sahrum salah seorang tokoh masyarakat setempat mengaku, kalau H. Alif Yafi ini, sudah dua kali mencalonkan diri sebagai kades, namun selalu kalah. Dan bisa saja kekesalannya yang selalu kalah dalam kontestan pilkades, membuat dia selalu mencari kesalahan dirinya dan yang tidak pernah terjadi malah itu dibuat benaran, termasuk yang dilaporkan.
“Saya juga maklumi yang  namanya orang kecewa pasti mencari kesalahan, yang tidak terjadi itu malah disulap jadi benaran, tapi biarlah kebenaran pasti menang,” tegasnya.
Sebagai orang yang sudah berpendidikan, semestinya H. Alif Yafi jangan mengambil langkah bodoh, termasuk dengan cara melaporkan sesuatu yang tidak pernah terjadi.
Semestinya, dia itu menampakkan diri sebagai tokoh yang bisa memberikan pengayoman kepada masyarakat, sehingga nantinya nama baiknya selalu dikenang masyarakat.
“Hemat saya sebagai masyarakat awam, sebaiknya H. Alif Yafi menampakkan diri sebagai pembimbing ditengah masyarakat. Kan jabatan kades ada masanya berakhir dan beliau nanti bisa mencalonkan diri lagi dan insyaAllah masyarakat pasti simpati,” tandasnya
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono mengaku, persoalan kasus dugaan penganiyaan yang dilaporkan, H. Alif Yafi sampai saat ini pelapor belum menyerahkan bukti berupa visum. Sehingga pihak kepolisian tidak bisa mengambil kesimpulan, sebab buktinya tidak ada.
“Bagaimana kita bisa lanjutkan, sebab sampai saat ini pelapor belum menyerahkan bukti, jadi apanya yang akan kita proses,” katanya.
Ditanya masalah saksi yang dibawa pelapor apakah tidak bisa dijadikan bukti, Priyo mengaku, sekalipun 10 lebih saksi yang akan dibawa pelapor, namun tidak ada bukti visum tetap tidak bisa diproses.
“Bukti visum yang kita butuhkan, kalau sekedar keterangan saksi, saya rasa belum cukup,” tukasnya. (ap).
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or