Kanwil Kemenag NTB Silaturahim ke Kediaman Ketum PBNW

Kanwil Kemenag NTB Silaturahim ke Kediaman Ketum PBNW

Mataram SR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr KH Muahammad Zaidi Abdad, M.Ag didampingi Ketua PW NU NTB Prof. Dr. H Masnun Tahir, mengunjungi kediaman Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani, M.Pd.I., di Jalan Pejanggik Mataram, Jumat (24/07).

Kanwil baru tersebut disambut hangat Ketum PBNW yang didampingi Sekjend PBNW Prof Dr. H Fakhrurrazi, MA, yang langsung terlibat diskusi hangat dengan penuh keakraban seputar perkembangan pondok pesantren dan madrasah di NTB.

Ada beberapa poin yang dihasilkan dalam acara silaturrahim tersebut, salah satunya Kementerian Agama bisa bersinergi dengan program PBNW sehingga untuk kedepannya program-program  Kementerian Agama bisa berjalan dengan baik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Dr KH Muahammad Zaidi Abdad, M.Ag didampingi Ketua PW NU NTB Prof. Dr. H Masnun Tahir, bersama Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani, M.Pd.I., dan Sekjend PBNW Prof Dr. H Fakhrurrazi, MA.

Zaidi Abdad mengatakan jika dalam program Kementerian Agama akan diterapkan  program “GEMA ZIKIR” (Gerakan Kemenag Menuju Zona Integritas Dan Kepedulian Individu Yang Religius ). Program ini akan menjadi icon Kemenag NTB di masa mendatang.

“Dan seluruh Kemenag kabupaten/kota akan diajak untuk membangun zona integritasKami berharap kepada Ketum PBNW bersama madrasah yang di bawah naungan NW bisa mendukung program Kanwil Kemenag NTB terkait dengan pencanangan Zona Integritas yang akan dibarengi dengan pencanangan wakaf uang,”harapnya.

Ketum PBNW Syakhuna Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani dalam kesematan itu snagt mengparesiasi langkah dan program yang dicanangkan Kanwil baru dalam upaya mengembalikan marwah Kementerian Agama yang seutuhnya.

“Tentunya yang kami harapkan adanya sinergitas antara Organisasi NW sebagai organsasi terbesar di NTB dengan Kanwil NTB terkait pembangunan dan pengembangan pondok pesatren, karena NTB khususnya Pulau Lombok dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid, saking banyaknya  masjid dan pondok pesantren,”ungkapnya.

Syaikhuna, panggilan akrab Ketum PBNW ini juga menegaskan, keberadaan madrasah di NTB masih kurang mendapat perhatian atau tidak maksimal, hal ini terlihat banyaknya madrsah-madrasah yang kondisi gedung belajarnya tidak layak untuk digunakan tempat belajar.

“Kiranya kanwil sekarang ini bisa lebih serius memperhatikan madrasah baik dalam aspek kuantitas maupun kualitas dalam rangka menyongsog industri 4.0,”pungkasnya. (sr)

Share this post