Camat Pratim, Pindahkan Lokasi Lomba Kampung Sehat

Camat Pratim, Pindahkan Lokasi Lomba Kampung Sehat
BPD Landah: Jangan bapak ambil enaknya saja dan diskriminasikan kampung kami di pelosok
Lombok Tengah SR- Lomba kampung sehat, merupakan lomba yang baru baru ini dilahirkan oleh Bupati Lombok Tengah (Loteng), dalam rangka menyambut new normal pasca Covid-19.
Masing masing desa diberikan kewenangan penuh menentukan kampung yang akan diutus, salah satunya di Desa Landah Kecamatan Praya Timur Loteng. Di desa ini, telah memilih Dusun Muntung Igas, sebagai tempat atau lokasi kampung sehat.
Layaknya lomba, desa setempat pun langsung tancap gas, mulai mempercantik wajah kampung dan yang lainnya, guna meraih predikat terbaik, namun sangat di sayangkan, ketika semua persiapan sudah matang, malah camat Praya Timur HL. Fathurrahman, tidak menerima Muntung Igas dijadikan tempat oleh desa Landah dalam lomba kampung sehat.
“Apa gunanya kami diberikan kewenangan menentukan tempat lomba kampung sehat, setelah kami mempersiapkan segala galanya malah ditolak oleh pak camat,” uacap ketua BPD Desa Landah H. Turfuzi
Diakuinya, Muntung Igas salah satu kampung terpencil di Desa Landah, namun jangan memandang Kampung tersebut lebih asri, bersih dan layak untuk diikutsertakan dalam lomba kampung sehat ini.
“Kami telah melakukan verifikasi diseluruh kampung di Desa Landah, dan paling memenuhi syarat adalah kampung Igas, kendati ada di pelosok, dan bapak camat jangan menganggap kampung di pelosok mampu berkreasi dan mengalahkan kampung di jantung desa,” ucapnya.
Dipindahkannya lokasi lomba kampung sehat dari Dusun Igas ke Pendem, membuat semua perencanaan dan persiapan yang sudah dilakukan buyar atau sia sia dan pihaknya sangat kecewa dengan keputusan itu.
“Kami dari unsur pemdes Landah sangat malu terhadap warga Muntung Igas, mereka semua kecewa dan merasa dimarginalkan,” pungkasnya.
Hal senada juga dikatakan wakil ketua BPD Hamzan, persiapan di Dusun Muntung igas sudah 100 persen selesai, malah ketika sudah matang, malah camat menolak.
“Semestinya camat turun dulu saat kita tentukan nama nama kampung yang kita urus, sekarang ketika kita sudah 100 persen siap, eh malah ditolak,” kesalnya.
Ditanya apa saja yang menjadi pertimbangan camat menggagalkan Muntung Igas sebagai tempat lomba kampung sehat, ia mengaku pihak kecamatan menolak dengan alasan jalan rusak dan berdebu nanti Bupati tidak berkenan ke lokasi.
Sementara itu camat Praya Timur HL.  Fathurrahman mengaku, tujuan Bupati adalah melihat secara langsung  protokol penanganan Covid-19, bukan melihat jeleknya jalan. Sedangkan jalan ke Muntung Igas, sangat jelek dan dikhawatirkan bapak bupati marah.
“Jadi tujuan Bupati bukan memeriksa jalan, namun melihat secara langsung protokol penanganan Covid-19 dimasing-masing kampung,” tutupnya. (ap)

Share this post