Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lotim Demo Tolak Ijin Ritel Modern

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lotim Demo Tolak Ijin Ritel Modern

 

Lombok Timur SR- Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Lombok Timur (Lotim), dan pemuda menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Bupati dan DPRD Lotim, Kamis (16/07). Mereka menuntut Bupati Lotim HM Sukiman Azmy membatalkan pemberian ijin 30 ritel moderen yang baru-baru ini mendapat ijin dari Bupati.

“Di awal keterpilihannya Bupati ‘mengharamkan’ ritel moderen di Lombok Timur. Kami yakin jika ritel moderen terus bertambah, pedagang kaki lima akan mati,” kata Koordinator Lapangan aksi demontrasi Lalu Makwil Jayadi.

Ketua DEMA UNW Candra mengatakan dengan dikeluarkanya perluasan izin ritel modern yang diterbitkan Kadis PM dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lotim,  sangat di sayangkan, sebab akan membuat UMKM semakin terjepit.

“Pemerintah Daerah, harus mengkaji ulang terkait diberikanya izin ritel modern sebanyak 30 titik di kabupaten Lombok Timur. Apakah degan adanya ritel modern ini bisa  meningkatkan usaha kecil menengah milik warga, atau justru sebaliknya,”tandasnya.

Orator lain dari DPC HIMMAH NW Lotim M. Syafii Rahman  mengatakan dikhawatirkan akan berdampak terhadap omset pedagang-pedagang kecil rumahan yang pastinya mereka tidak akan mampu bersaing dengan retail modern yang punya modal besar.

Karna masyarakat pada saat ini masih terbayang statement Bupati Lombok Timur yang mengatakan tidak akan memperpanjang perizinan terkit masalah ritel modern selama dirinya menjadi bupati. Namun apa yang dikatakan Bupati Sukiman itu kini terbalik, bukannya tidak memeprpanjang ijin ritel modern yang akan habis, malah mengizinkan 30 lokasi untuk ritel modern baru lagi.

“Ada apa di balik Ini.  Apakah Pemda saat Ini tidak memiliki cara lain untuk meningkatkan pedapatan daerah? Atau kehabisan cara?  Degan situasi pandemi saat Ini Pemda harus bisa memikirkan bagaimana cara  mengangkat UKM dan  UMKM serta meperkuat BUMDes untuk mendukung perekonomian rakyat pedesaan,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut ritel moderen yang belum memiliki ijin operasional ditutup dan menuntut Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menemui mereka akan tetapi Bupati saat itu sedang tidak ada di kantornya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, Muksin yang menemui massa aksi menjelaskan, tidak bisa membendung investasi yang sudah masuk ke Lotim. Ada sinergitas antara investor dengan masyarakat yang ingin memasukkan produk olahan lokal ke ritel moderen.

Ritel moderen ini, kata dia akan banyak menampung sumber daya manusia, pendapatan asli daerah, dan tentunya produk olahan lokal seperti yang diinginkan Bupati.

“Kita tidak bisa membendung investor masuk karena itu perintah dari Provinsi. Ritel modern ini juga banyak menampung pekerja lokal yang gajinya di atas UMR,” terang Muksin.

Dalam aksi demontrasi yang dimulai dari depan Taman Rinjani Selong tersebut mendapat pengawalan dari puluhan aparat kepolisian. Wakil Kepala Polisi Resort (Waka Polres) Lotim Kompol Kiki Firmansyah Efendi, Sik menghimbau kepada para demonstran untuk tidak melakukan aksi yang di luar kendali atau anarkis dan tidak terpancing oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kami imbau rekan-rekan mahasiswa untuk tidak melakukan aksi anarkis dan tidak terpancing oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” imbaunya melalui pengeras suara.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lombok Timur, terdiri dari BEM seluruh kampus di Lotim, DPC HIMMAH NW Lotim, RKM Toya, Laskar Embun Surya, Sinar Gema Lestari, UKM Ke wirausahaan, IMM, Forum Mahasiswa Danger, Garda Solidaritas Tembeng Putik. (sop/hin)

Share this post