Bupati Kembali Tekankan Protkol Pencegahan Covid-19

Bupati Kembali Tekankan Protkol Pencegahan Covid-19

Lombok Timur SR – Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy, kembali mengingatkan pentingnya penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga jarak fisik sebagai prtotokol kesehatan mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 kembali.

“Utamanya kepada para Camat untuk meminta Kepala Desa dan Lurah mendata warganya yang beraktifitas di luar Lombok Timur, utamanya daerah dengan penyebaran Covid yang masih tinggi. Warga tersebut, harus diingatkan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna menekan laju penyebaran Covid-19 di daerah ini,” tegas Bupati pada pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Percepatan dan Penanganan Covid-19 di Aula Masjid Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (14/07).

Lanjut Bupati, ini selaras dengan Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru yang tengah berlangsung. Kampung sehat menyaratkan tiga hal yaitu kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan yang nyatanya memang menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung proses pembangunan.

Bupati juga meminta Sekretaris Daerah yang hadir pula pada pertemuan itu untuk menjadwalkan kunjungan di Kecamatan dengan kasus positif covid-19 yang masih tinggi.

“Kunjungan tersebut nantinya juga sekaligus untuk memecahkan persoalan lain di luar Covid-19 yang dihadapi masyarakat setempat,”tandasanya.

Dihadapan Asisten dan Kabag Lingkup Sekretariat Daerah, Staf ahli Bupati dan Kepala OPD serta Camat dan Kepala UPT tersebut, Bupati Sukiman meminta pula agar Kepala OPD dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat yang dibinanya untuk menerapkan kebiasaan pada era new normal. Sebelumnya setiap OPD memiliki wilayah binaan untuk penuntasan stunting. “Menyusul masih adanya kasus Covid-19 di Lombok Timur agar pembinaan diselarasakan dengan pencegahan Covid-19,” pintanya.

Sementara itu, terkait dimulainya tahun ajaran baru bagi dunia pendidikan, Bupati memerintahkan agar lembaga pendidikan juga mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Hasbi Santoso dalam paparannya menyebutkan  lima desa/ kelurahan yang dinilai terparah dalam kasus Covid-19 yaitu Selong, Kotaraja, Aikmel, Mamben Lauk, dan Belanting. Akan tetapi mengingat kasus di Belanting umumnya adalah bukan warga Lombok Timur, maka hanya ada  empat desa/ kelurahan dengan kasus yang tinggi dari 24 desa yang masih memiliki kasus covid-19.

“Sejak munculnya pandemi ini sudah 67 desa di Lombok Timur yang memiliki kasus terkonfirmasi positif,”pungkasnya. (hms/sop)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or