SUARA LOTENG 

Tak Miliki Buku Nikah, PA Praya Berikan Kemudahan

Lombok Tengah SR- Bagi Pasangan Suami (Pasutri), yang tidak memiliki legalitas dalam menjalin Rumah Tangga atau tidak memiliki buku nikah. Pihak Pengadilan Agama Praya Lombok Tengah (Loteng), telah memprogramkan 675 Pasutri tahun 2020, untuk di isbat dan memperoleh buku nikah secara gratis.
Ketua Pengadilan Agama Praya Hj. Baiq Halqiyah membeberkan pelaksanaan sidang isbat nikah dan mendapatkan buku nikah, itu merupakan program Mahkamah Agung (MA), yang di titipkan lewat Pengadilan Agama Praya Loteng.
“Jadi kami dari pengadilan agama Praya, telah diberikan Dipa oleh MA, untuk pasutri yang belum memiliki buku nikah, dan memperoleh buku nikah tersebut diberikan secara gratis,” katanya, Rabu (08/07).
Tahun ini, mahkamah agung telah mengamanahkan 675 pasutri, untuk di isbat dan selanjutnya diberikan legalitas menikah berupa buku nikah.
Adapun yang menjadi persyaratan memperoleh isbat nikah tersebut lanjutnya, diantaranya memiliki keterangan surat miskin, ada pengajuan permohonan dan memiliki KTP. “Yang jelas mahkamah agung tahun inj telah memberikan keringanan bagi pasutri untuk mendapatkan buku nikah, dan itu gratis tanpa dipungut biaya,” ujarnya.
Dikatakan dari 675 pasutri tersebut proses isbat nikah masih berlangsung di masing masing Kecamatan, diantaranya di Desa Sisik Kecamatan Pringgarata, sudah dilakukan pada bulan Juni lalu, dengan jumlah pasutri 40 pasutri.
Selanjutnya ke Desa Taman Indah Kecamatan Praya Barat Daya dan beberapa desa lainnya yang ada di Loteng.
“Yang jelas program ini kita laksanakan di seluruh wilayah Loteng, tentunya bagi desa yang telah mengajukan sih, jika tidak mengajukan bisa juga secara pribadi langsung ke kantor,” paparnya.
Dijelaskan, 675 pasutri yang mendapatkan subsidi dari mahkamah agung terbagi menjadi dua bagian, 525 masuk reguler, selanjutnya 150 masuk dalam program terpadu. Hanya saja untuk program terpadu masih belum dilaksanakan, sebab masih fokus pada penanganan reguler.
Ditambahkan, adanya subsidi dari mahkamah agung, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat atau pasutri, yang merasa belum memiliki buku nikah. Mohon kiranya untuk melengkapi beberapa persyaratan, sehingga nantinya bisa mengikuti isbat nikah dan memperoleh buku nikah.
“Kesempatan ini saya harapkan bisa dimanfaatkan oleh seluruh pasutri yang belum memiliki buku nikah, sehingga legalitas pernikahan secara aturan negara sah dan mendapatkan pengakuan, dan dalam isbat nikah ini tentunya kami lakukan sesuai dengan protap kesehatan Covid-19,” tutupnya. (ap)

Related posts