Uji Kompetensi Digelar, Sinyal Kocok Ulang Pejabat Lotim?

Uji Kompetensi Digelar, Sinyal Kocok Ulang Pejabat Lotim?

Lombok Timur SR – Untuk menyiapkan SDM para pejabat/Pemerintah kabupaten Lombok Timur, akan melakukan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi pratama selama dua hari Sabtu dan Minggu tanggal 27-28 Juni 2020 di ruang rapat utama Kantor Bupati Lombok Timur.
Dari 38 Pejabat Eselon II, yang tengah mengemban amanah, sebanyak 35 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Lombok Timur, akan mengikuti Uji Kompetensi. Ketiga pejabat yang tidak ikut uji kompetensi tersebut antara lain Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) karena kurang satu tahun menjabat, sedang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan masih lowong.
Ketua Panitia Uji Komptensi, yang juga Sekda Lotim HM Juaini Taofik/ Kepada Suara Rinjanidi mengatakan uji kompetensi ini mengacu pada Permen MenPan RB No 3 tahun 2020, tentang Menajemen Talenta bagi ASN.
“Dimana setahun dalam jabatan itu dapat diuji kompetensinya lagi, guna mengukur ketepatan seseorang dalam jabatan yang diembanya,” katanya di sela-sela Konferensi Pers dengan awak media di Bale Wartawan, Jum’at (26/06).
Kata Sekda, di dalam PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara, pejabat pembina kepegawaian tidak bisa langsung menggunakan kewenangannya, tapi diserahkan kepada Pansel yang telah ditunjuknya untuk menyiapkan pilihan.
“Namun, keputusan finalnya tetap berada pada pejabat pembina kepegawaian itu,” tegasnya.
Lanjut Sekda, tujuan dari uji kompetensi ini untuk menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama, yang mumpuni sesuai dengan kapasitas jabatan yang diemban, serta kompetensi yang dimiliki dalam melaksanakan Visi dan Misi Daerah.
Sekda juga memastikan jika Tim Pansel yang telah ditunjuk dapat dipastikan berintegritas, netral, dan independen, karena terdiri dari unsur akademisi dan tokoh masyarakat.
“Kita pastikan unsurnya independen, ada dari akademisi, kita berkerjasama dengan Unram dan unsur tokoh masyarakat kita ambil dari mantan Sekda kita dulu, kita tahu profilnya, beliau paham betul tentang dunia birokrat,” yakinnya.
Yang menjadi barometer penilaian utama Tim Pansel, kata mantan Kepala BPKAD ini adalah aspek kinerja dengan tiga indikator kompetensi utama yaitu kompetensi manajerial, teknis, dan sosio-kultural.
“Tapi tidak kalah penting juga pengalaman dan capaian kerja di tempat itu, semua akan didalami oleh tim pansel,” tandasnya.
Sekda juga menegaskan, hasil dari uji kompetensi ini berlaku selama dua tahun dan bisa dipergunakan oleh bupati untuk menentukan siapa pejabat yang akan menduduki tiga kelompok kerja kedinasan.
“Jadi bisa dilakukan rotasi, jika pejabat tersebut ada dalam kelompok yang sama, kelompok itu ada kelompok teknis, pelayanan publik, pelayanan administrasi,” pungkasnya. (sop)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or