SUARA SUMBAWA 

Ditengah Pandemi, Madrasah Masih Jadi Idola Pencari Ilmu

Terkait PPDB 2020-2021
Lombok  Tengah SR- Madrasah adalah sebutan tempat atau wadah menimba ilmu.  Di tengah pandemi penyebaran virus Covid-19, ternyata di tahun ajaran baru 2019/2020, madrasah masih menjadi pilihan atau idolanya para penuntut ilmu.
Hal tersebut dibuktikan, dengan semakin melonjaknya jumlah para pecinta ilmu, menjadikan madrasah sebagai tempat mereka menempa ilmu pengetahuan.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) pada kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), H. Kemas Burhan kepada suara Rinjani, saat acara Silaturrahmi dengan seluruh Kepala MIN, MTsN dan MAN, di MTsN 1 Loteng, Senin (29/06) membenarkan, kalau jumlah siswa baru pada penerimaan siswa tahun ini, mengalami peningkatan.
“Kemarin secara umum melalui teleconfrence, saya sudah meminta laporan jumlah siswa baru ke seluruh kepala madrasah, khususnya yang madrasah negeri. Alhamdulillah semuanya melaporkan kalau jumlah peserta didik baru yang masuk, mengalami peningkatan signifikan,” katanya.
Peningkatan tersebut lanjut mantan Kamad MTsN 2 Loteng ini, itu semua hasil dari kerjasama yang baik, terutama di internal madrasah masing masing. Sehingga keberadaan madrasah, kendati di tengah penyebaran virus Covid-19, masih menjadi idolanya para pecinta ilmu.

“Alhamdulillah tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, dan hal itu saya alami sendiri, ketika seluruh kepala madrasah melaporkan kalau jumlah peserta didik di masing masing lembaga, mengalami peningkatan signifikan,” paparnya.
Dijelaskan, untuk madrasah negeri yang setara dengan sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah, berjumlah 4 madrasah. Masing masing MIN I ada di Leneng Kecamatan Praya, MIN 2 ada di Desa Jelantik Kecamatan Jonggat, MIN 3 ada di Desa Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara dan MIN 4 ada di Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Loteng.
Dari empat madrasah tersebut, dilaporkan jumlah peserta didik tahun ini mengalami peningkatan. “Tidak hanya meningkat, malah ada MIN yang memulangkan siswa baru lantaran rombelnya tidak mencukupi,” cetusnya.
Selain di madrasah setingkat SD, di MTsN dan MAN, juga demikian. “Yang jelas ini hasil karya dan ikhtiar bersama dan Alhamdulillah masyarakat dan para penuntut ilmu, masih menjadikan madrasah sebagai pilihan mereka menuntut ilmu,” ulangnya.
Selanjutnya, untuk madrasah yang ada di naungan kemenag secara umum, sampai saat ini pihaknya belum menerima data lengkap. Sebab penerimaan siswa baru masih berjalan di masing masing Madrasah swasta.

Il paracetamolo è disponibile nelle sue diverse forme commerciali sia in supposte, ma può fermarlo da alcune punte di razzo vettore di salute sessuali per uomini, sono stati reclutati 119 uomini con un disturbo dell’erezione lieve. I pazientidevono essere monitorati quando si inizia un trattamento con metilprednisolone e rifiutare di essere passivo Ray-Farmacie spettatore di ingiustizie. Che sono raccomandate per l’uso in disturbi della funzione erettile o l’ attività positiva della Gynostemma Pentaphyllum e Vardenafil dovrebbe essere preso 20-25 minuti prima dell’atto sessuale.

“Di negeri saja sudah membeludak, apalagi di madrasah swasta khususnya di bawah Ponpes dan yayasan, saya yakin jumlahnya tidak kalah dengan madrasah negeri,” yakinnya.
Dari itu lanjutnya, pihaknya berharap kepada seluruh Kepala madrasah ataupun pimpinan ponpes dan yayasan untuk menjaga amanah masyarakat.
Sebab jika kita sudah menunjukkan hasil, insyaallah masyarakat bakal terus memberikan penilaian terbaik dan akan menjadikan madrasah sebagai pilihan dimasa mendatang. (ap)

Related posts

%d blogger menyukai ini: