Pemkab Loteng, Dinilai Gagal Manfaatkan Pasar  Buah Modern Pancor Dao

Pemkab Loteng, Dinilai Gagal Manfaatkan Pasar  Buah Modern Pancor Dao
Suhaili: Mari Kita Berkhusnukzon, Kita Sedang Hadapi Musibah Covid-19
Lombok Tengah SR- Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng), dinilai telah menampakkan kebobrokannya membangun daerah ini. Pasalnya sejumlah bangunan di Loteng, yang dihajatkan untuk kesejahteraan masyarakat, malah tidak berjalan sebagai mana yang diharapkan. Salah satunya pembangunan pasar buah modern, yang berlokasi di Dusun Pancor Dao Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang Utara (BKU) Loteng.
Hal tersebut di katakan politisi PKS Sidik Maulana, di kediamannya Minggu (28/06). Dikatakan, kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab setelah pembangunan pasar buah modern, yang sebelumnya dihajatkan untuk menampung seluruh buah buahan hasil panen masyarakat, khususnya yang ada di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Batukliang dan Batukkiang Utara Loteng. Namun sampai sekarang tidak pernah dimanfaatkan.
Bupati Loteng HM Suhaili FT
“Kalau tidak salah, hajatan pembangunan pasar buah modern ini, dulunya direncanakan sebagai tempat ditampungnya hasil buah buahan pilihan, namun sampai sekarang belum juga bisa dilaksanakan,” katanya.
Sedangkan disisi lain, hasil buah buahan masyarakat utara, bisa dikatakan setiap tahun terus mengalami peningkatan, dan pemasaran semakin sulit. Sehingga hal tersebut, membuat para petani buah, sangat mengharapkan tujuan dibangunnya pasar buah modern ini segera di manfaatkan.
“Tahun 2016 perasaan bangunan pasar buah ini dibangun oleh salah satu perusahaan dari Korea, namun sampai saat ini bangunan tersebut jadi rumahnya dedemit, sebab belum juga dimanfaatkan,” bebernya.
Selanjutnya, ruas lahan bangunan tersebut cukup besar yakni 60 are, dengan anggaran miliaran. Sebab pasar buah modern ini, diwacanakan sebagai pasar buah terbesar di Loteng, namun sayangnya belum bisa dimanfaatkan.
“Jika pasar buah modern ini sudah dioperasikan, saya yakin masyarakat Utara akan menjadi petani buah sukses dan tentunya itu akan mengarah kepada tingkat kesejahteraan dan kemiskinan di Loteng akan turun,” ungkapnya.
Ditambahkan, sebelum pembangunan pasar ini ada, pihaknya waktu itu yang memanfaatkan tanah tersebut untuk bercocok tanam. Adanya keinginan bapak Bupati, dengan ide cemerlangnya membangun pasar buah, sebagai tempat menampung seluruh hasil buah di bagian utara, akhirnya pihaknya menyetujuinya, namun sayang sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan.
“Dulu saya yang bercocok tanam di tempat itu, adanya wacana dibangunnya pasar buah modern, akhirnya saya berhenti bertani, namun sayang bangunan tersebut belum juga di manfaatkan, malah sudah mau lapuk,” ujarnya.
Oleh karena itu, kembali pihaknya berharap, atas nama masyarakat bagian Utara, apa yang menjadi hajatan dibangunnya pasar buah ini, segera dimanfaatkan. Sebab tempat ini satu satunya aset terbesar pemkab, di bagian utara dan harus dimanfaatkan.
“Jika bapak bupati ingat apa yang beliau katakan saat kampanye, saya yakin bangunan ini pastinya dimanfaatkan,” sindirnya.
Terpisah Bupati Loteng, HM. Suhaili mengaku tidak ada bangunan yang tidak dimanfaatkan di Loteng. Artinya semua apa yang sudah dibangun, pastinya akan di manfaatkan sesuai hajatan, termasuk pasar buah modern Pancor Dao Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang Utara.
“Tidak ada pembangunan di Loteng yang tidak dimanfaatkan, semua kita akan manfaatkan sesuai hajatan, namun mohon kesabarannya, kan sekarang kita sedang hadapi musibah pandemi Covid-19. Jadi saya harapkan kita berkhusnukzon saja,” pintanya dengan nada lirih di pendopo I.
Selanjutnya, untuk bangunan pasar buah modern pada tahun 2020, pihaknya sudah mewacanakan untuk digunakan, namun berhubung musibah, sehingga di pending sampai keadaan sudah normal.
“Kalau musibah ini sudah pulih, kita akan langsung memanfaatkannya,” janjinya.
Saat ini, lanjut Bupati Loteng dua periode, bangunan tersebut dijadikan tempat pelatihan dan sudah dipakai tempat penampungan bahan bahan bangunan rumah tahan gempa. (ap)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or