POLITIK 

Dibuang, Loyalis Awenk akan Gembosi Suara HARUM dan Ahyar-Mori

Lombok Timur SR – Loyalis Sawaludin yang juga perintis berdirinya Partai Gerindra Lombok Timur Hasan Qodri  mengatakan bahwa pergantian Sawaluddin sebagai Ketua DPC Partai Gerindra adalah tindakan zalim yang dilakukan oleh oknum DPD dan Badan Pengawas dan disiplinPartai Gerindra.‎

Bahkan Hasan Qadri langsung menuding bahwa ini adalah ulah Ketua DPD Partai Gerindra NTB yang baru H Ridwan Hidayat yang notabenenya adalah kakak kandung calon gubernur TG Ahyar Abduh bersama salah seorang petinggi Badan Pengawas partai.

Menurutnya hal Zolim ini dilakukan diduga kuat bermula dari proses permohonan rekom partai dalam pilkada kabupaten Lombok Timur yang mana kader partai bersama seluruh PAC Gerindra se Lombok Timur menginginkan supaya rekom partai di berikan kepada pasangan SUKMA yang merupakan kader sendiri ( Red-ketua dewan penasehat DPC Gerindra Lotim, H sukiman Azmy).

Selain Sebagai Kader Partai H. Sukiman juga memiliki elektabilitas paling tinggi diantara semua kontestan yang ada di pilkada Lotim, akan tetapi ternyata rekom partai jatuh ke tangan paket pasangan HARUM ( Haerul Warisin-Mahsun Ridwainy) yang konon  lebih mampu menyelesaikan kewajiban pribadi kepada oknum DPP Gerindra tersebut.

Hasan Qadri yang akrab dipanggil Acek dikalanagan kader itu menambahkan, DPC Gerindra Lombok Timur saat itu hanya mengusulkan  permohonan rekom untuk pasangan SUKMA ke DPP Gerindra dikarenakan hanya pasangan tersebut yang melakukan proses pendaftaran di Kantor DPC Gerindra Lombok Timur.

“Dan usulan tersebut saya langsung yang mengantarkan ke DPP Gerindra bersama ketua dan Sekretaris DPC saat itu, namun anehnya kok pasangan HARUM yang tidak pernah mendaftar dan berproses di DPC  mendapatkan rekom partai bahkan SK DPC juga . Istilahnya beli paket pahe atau beli satu dapat dua ( rekom dan SK kepengurusan DPC )”, ungkapnya kepada wartawan di Selong, Kamis, (29/3).

‎” Ini tindakan yang sangat memalukan dan kita patut curiga ada proses traksaksional sehingga Haerul Warisin mendapatkan rekom dan diangkat menjadi ketua DPC. Kami harus lawan ,“ tegasnya menambahkan.‎

‎Acek bersama seluruh kader Gerindra akan melakukan perlawanan terhadap kebijakan zalim ketua DPD dan kepemimpinan Haerul Warisin “ Kita akan gembosi suara pasangan HARUM dan Ahyar-Mori di Lotim “ ancamnya.

Sebelumnya Ketua Harian DPP Partai Gerindra Laksamana H Moekhlas Sidik ‎telah memperingatkan agar DPD Partai Gerindra NTB untuk tidak melakukan pergantian kepengurusan di semua tingkatan.

Sementara itu mantan ketua DPC Gerindra Lombok Timur, Sawaluddin Saat dikonfirmasi media ini membenarkan pergantian dirinya sebagai ketua DPC Gerindra Lotim. Ia mengatakan saat itu dirinya diundang untuk acara konsolidasi pada hari itu oleh DPD yang di ikuti oleh seluruh pimpinan DPC dan fraksi di DPRD.

“Di ahir acara ada penyerahan SK pergantian saya kepada H Haerul Warisin, saya sangat kaget dan tidak menyangka semua itu terjadi , harusnya ada mekanisme yang di berlakukan jika terjadi pergantian sesuai dengan amanat  AD/ART partai, salah saya apa dan kenapa ini semua terjadi”, tanya Sawaluddin heran.

“Kami yang kerja berdarah darah membasarkan partai, menjadikan 0 kursi dewan DPRD Lombok Timur  sebelomnya menjadi 5 kursi dan meloloskan partai dalam proses verifikasi administrasi dan faktual beberapa bulan lalu , kok orang datang tiba tiba mau ambil alih partai dengan seenak perutnya”, ungkap Sawaluddin yang akrab dipanggil Aweng oleh kalangan aktivis ini dengan penuh kecewa.‎

Pergantian ini penuh dengan misteri dan tanda tanya , ada kepentingan apa di balik semua ini, tiba tiba dan sangat mendadak, pungkas Aweng.

Sementara itu Ketua DPC Gerindra Lotim, H Haerul Warisin menegaskan adanya isu kader Gerindra yang tidak loyal atas kepemimpinnya dan akan menggembosi suara paket HARUm dan Ahyar Mori di Lombok Timu.

“Siapa yang akan digembosi. Saya.? Saya tiup mereka terus saya buang,” seloroh H Iron panggilan akrabnya, dengan nada guyon, Jumat (30/3).

Ditanya apakah akan ada ‘bersih-bersih’ internal partai di Gerindra Lotim? pria yang juga pengusaha pupuk di Lotim ini mengaku bisa saja itu dilakukan jika, tidak loyal kepada kepemimpinan dirinya.

“Bisa saja, namun itu kan tetap ada aturannya, ada prosedurnya,” pungkasnya. (sr)

Related posts