POLITIK 

PAN Tetap Komitmen Pilih Dwi Normal

Lombok Tengah SR- Kendati hanya memiliki satu kursi di dewan Lombok Tengah (Loteng), Partai Amanat Nasional (PAN), tidak luput dari kejaran sejumlah Pasangan Calon (Paslon), dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng 9 Desember mendatang.
Seperti, Ahmad Ziadi – HL. Aswatara, H. Dwi- Normal, HL. Pathul- Nursiah dan H. Masrun- Aksar. Kendati empat Paslon yang sudah mendaftar, namun PAN tetap komitmen memilih H. Dwi- Normal.
Demikian dikatakan politisi PAN Yasir, saat di konfirmasi kemarin. Komitmen memilih H. Dwi- Normal lanjutnya, hal tersebut dibuktikan dengan keseriusan Paslon terhadap PAN, sampai saat ini tidak pernah berubah.
“Ada empat Paslon yang sudah mendaftar lewat PAN, namun dari empat Paslon tersebut, kita masih komitmen memilih Paslon H. Dwi- Normal,” katanya Jumat, (26/06).
Lebihnya lagi pada bulan puasa lalu, pihaknya bersama empat pengurus partai, masing masing Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sudah melakukan deklarasi bersama, memilih H. Dwi- Normal dalam pilkada Loteng mendatang.
“Bulan puasa lalu, di rumahnya HL. Wiratmaja, kami bersama tiga parpol telah sepakat mengusung H. Dwi- Normal. Dan saya sebagai pengurus partai PAN, tetap komitmen mengusung H. Dwi- Normal,” tegasnya.
Ditanya apakah ada mahar yang sudah di serahkan. H. Dwi- Normal sehingga masih tetap berkomitmen mengusungnya, mantan kades Bunut Baok Kecamatan Praya ini mengaku, partainya mengharamkan yang namanya mahar, sebab itu bukan pilosofi yang dibangun oleh partainya.
“Partai kami itu anti yang namanya mahar di depan, sebab kami tidak ingin dipandang partai mata duitan,” cetusnya.
Ditanya tindak lanjut hasil deklarasi bersama yang sudah dilakukan pada bulan puasa lalu, ia mengaku komunikasi tetap berjalan sebagai mana biasanya. “Komunikasi kami dengan tiga partai pengusung tetap baik kok sampai sekarang,” tutupnya.
Terpisah M. Tohri Politisi Nasdem, malah memberikan keterangan mengejutkan ketika ditanya, masalah adanya deklarasi tersebut. Ia mengatakan, pihaknya tidak pernah tau adanya deklarasi di bulan puasa dan jika itu pernah terjadi, ia sah sah saja sebab dirinya tidak masuk dalam pengurusan partai.
“Saya tidak pernah tau dengan urusan partai, terutama siapa yang akan di usung oleh partainya sendiri. Sebab dirinya bukan pengurus partai dan hanya ditugaskan oleh partai untuk fokus melakasanakan tugasnya selaku anggota dewan,” katanya.
Oleh karena itu, jika ingin menanyakan arah partainya dalam pilkada Loteng mendatang, silahkan tanyakan langsung ke anggota yang lain, seperti Majrun Patre, sebab beliau itu pengurus partai dan anggota parlemen. “Saya hanya anggota dewan dari partai Nasdem dan tidak masuk pengurus, jika ingin tau arah partainya ke mana silahkan tanyakan langsung ke Majrun saja atau pengurus partai yang lain,” tutupnya. (ap)

Related posts