H. Supli Sebut HL. Arif Masuk Survei PKS

H. Supli Sebut HL. Arif Masuk Survei PKS
Lombok Tengah SR- HL. Arif Rahman Hakim, salah satu Bakal Calon (Balon) yang ikut serta dalam meramaikan kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng), 9 Desember mendatang, masuk dalam survai Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun HL. Arif tidak ikut dalam penjaringan balon dan tidak ikut dalam Tes In Propertest.
“HL. Arif memang tidak mendaftar di PKS dan tidak ikut dalam tes in propertest, namun dia masuk dalam survei PKS,” kata politisi PKS, H. Supli, Kamis (25/06).
Sedangkan yang mendaftar melalui PKS, diantara Ir. H. Suryade H Habib Ziadi, H. Masrun H. Aksar dan H. Dwi HL. Normal. Dari tiga pasangan calon ini, mereka sudah mengikuti seluruh tahapan penjaringan, mulai dari pendaftaran hingga tes in propertest. “Kita tetap mendahulukan yang sudah mendaftar sesuai prosedur, sedangkan yang masuk lewat survai, ia bisa dikatakan kecil kemungkinan,” sambungnya.
Dikatakan, sebagai kader partai, pihaknya tetap akan mengusung kader sendiri, tanpa mengesampingkan calon lain. Sebut saja kader PKS yang ikut mendaftar yakni Ir. H. Suryade yang berpasangan dengan H. Habib Ziadi.
Dimana Ir H. Suryade adalah politisi, dikalangan PKS sudah tidak asing lagi. Sedangkan H. Habib Ziadi, bisa dikatakan orangnya masih suci. Artinya tidak pernah disebut cacat di kalangan birokrasi, sebab dia itu adalah seorang pengusaha, pendidik dan pengayom masyarakat.
“Kita tetap prioritaskan kader dari pada yang lain, apalagi calon pendamping kader PKS ini, orangnya masih bersih dan pengusaha serta dekat dengan masyarakat,” ungkapnya
Selanjutnya H. Masrun Aksar, dimana H. Masrun adalah salah seorang birokrasi di pemkab Loteng, yang sudah paham dengan kondisi dan arah pembangunan Loteng dan  beliau juga memiliki peluang untuk bisa diusung oleh PKS. Lebihnya lagi berpasangan dengan sekretaris Pengurus Wilayah (PW) NU NTB, satu satunya organisasi terbesar di Indonesia.
“H. Masrun Aksar juga sangat berpeluang bisa diusung PKS, sebab mulai dari pengalaman birokrasi dan pengurus partai besar, sehingga Paslon ini memiliki peluang besar dapat rekom dari PKS,” jelasnya.
Ketua komisi VI DPRD Loteng ini menambahkan, selain Paslon diatas, ada juga Dwi Normal. Paslon ini juga tidak kalah menariknya bisa mendapatkan rekom dari partai. Dimana Dwi adalah salah seorang pensiunan birokrasi cukup kawakan. Sedangkan HL. Normal adalah mantan wakil Bupati era Maik Meres I, dimana beliau juga memiliki peluang besar, sebab sebelumnya beliau sudah tau arah pembangunan Loteng.
“Untuk pasangan Dwi Normal, juga tidak kalah nyentriknya bisa mendapatkan rekom, namun sayang, sebutan kalau Dwi ini orang Jawa, sehingga kami punya catatan khusus,” cetusnya.
Selanjutnya untuk survai PKS, insyaallah pada Minggu pertama bulan Juli sudah final, selanjutnya itu akan diserahkan ke DPP dan keputusan akhir nantinya ada di DPP. “Kami di tingkat daerah, hanya melaksanakan mekanisme penjaringan sesuai arahan DPP, dan siapa yang mendapatkan rekom dari DPP, itulah yang terbaik untuk diperjuangkan sebagai penguasa di bumi Tatas Tuhu Trasna ini,” tutupnya. (ap)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or