Zona Merah, Pendidikan di Loteng Masih Terapkan BDR

Zona Merah, Pendidikan di Loteng Masih Terapkan BDR
Lombok Tengah SR-  Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), secara umum masih mengantongi status zona merah. Hal tersebut dibuktikan masih adanya pasien yang terpapar Covid-19, yang saat ini masih dalam tahap pengobatan. Masih berstatus zona merah, hal tersebut berimbas kepada pendidikan di Loteng.
Kepala Dinas Pendidikan Loteng H. Sumum di ruang kerjanya, Selasa (23/06) membenarkan, kalau status Loteng yang masih dikatakan zona merah, itu berimbas pada pelayanan pendidikan.
“Selama masih di sebut zona merah, pendidikan kita masih akan menggunakan metode Belajar Dari Rumah (BDR),” katanya.
Masih menggunakan metode BDR lanjut mantan kepala SMPN 3 Praya Timur ini, sebab metode pendidikan masih menggunakan aturan dari pemerintah pusat, terkecuali jika Loteng sudah masuk dalam daftar zona hijau, baru metode pendidikan bisa diterapkan seperti biasanya.
“Sistem pendidikan di tengah pandemi ini, kita sudah diatur oleh pemerintah pusat, jika Loteng sudah masuk zona hijau, baru bisa kita terapkan pendidikan seperti biasanya,” ungkapnya.
Dijelaskan, andainya Loteng sudah masuk zona hijau saat ajaran baru mendatang, bukan berarti sistem pendidikan langsung akan dilaksanakan seperti biasanya, namun sistem pendidikan akan disesuaikan dengan protap salah satunya dengan cara menerapkan pendidikan dengan sistem shif.
Hal itu dilaksanakan lantaran harus menyesuaikan dengan protokol pencegahan covid yang sudah ditentukan pusat.
“Karena ruang kegiatan belajar mengajar kita minim, jadi harus dilaksanakan sistem shift itu, jadi di satu kelas maksimal hanya ada 18 siswa dan itu dijadwal ulang siapa yang masuk di awal dan siapa yang masuk selanjutnya,” jelasnya.
Selain itu, jam pelajaran juga akan dipangkas maksimal setengahnya. Jadi kalau misalnya satu jam pelajaran itu 45 menit, nanti bisa jadi hanya 15 atau 20 menit untuk satu jam pelajaran. “Dan itu tanpa keluar main,” tambahnya lagi.
Untuk masing-masing  jenjang pendidikan mulai dari SMP, SD dan PAUD, sistem itu akan dilakukan ujicoba masing-masing selama dua bulan sejak tahun ajaran baru dimulai.
“Itupun kalau Loteng sudah masuk zona hijau, tetapi nanti dalam masa transisi dan ujicoba itu ada lagi yang terpapar dan kita masuk zona merah lagi, ya harus BDR lagi,” tutupnya (ap)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or