Dugaan Pemotogan BST, SMS Gelar Hearing dengan Kejaksaan

Dugaan Pemotogan BST, SMS Gelar Hearing dengan Kejaksaan

Lombok Timur SR- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serikat Masyarakat Selatan (SMS) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Selong, untuk melakukan Hearing Selasa (23/06). Aksi itu dilakukan karena ada dugaan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Dusun Jerian Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur.

“Dalih terjadinya pemotongan itu adalah pemerataan, tapi sampai saat ini desa maupun kadus tidak ada pembuktian berupa berita acara terjadi pemerataan itu. Sehingga kami meminta Kejaksaan untuk memanggil kadus dan kepala desa untuk mempertegas kemana arah uang yang dipotong itu,” jelas Sekretaris Serikat Masyarakat Selatan, Mudarman, kepada awak media, Selasa (23/6).

Lanjutnya, pemotongan terjadi pada penyaluran BST tahap pertama. Jumlah BST yang dipotong berkisar Rp. 100.000 sampai Rp. 150.000.

Dari pihak Kejaksaan Negeri Selong yang diwakili Kasi Intel, Iwan Suhendra mengatakan, akan mendengar dan menindaklanjuti aksi hearing yang dilakukan masyarakat Desa Gereneng tersebut. Ia berjanji akan segera melakukan pemanggilan kepada pihak oknum yang terlibat.

“Kami sudah mendengar keluh-kesah masyarakat terkait hal ini. Kami akan segera melakukan pemanggilan kepada oknum yang bersangkutan,” janjinya.

Sementara itu, Kepala Desa Gereneng Budiharlin dikonfirmasi via telepon selulernya mengaku bahwa permasalahan kekeliruan BST terjadi akibat adanya data masyarakat yang doble. Sehingga masyarakat yang sudah dapat tidak mau namanya dialihkan ke pihak lain.

“Permasalahannya hanya pada data saja. Masyarakat yang sudah dapat tidak mau namanya dialihkan.Kami sudah menghubungi Dinas PMD untuk membantu menyelesaikan permasalah ini,”katanya. (sop)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or