Jelang Ajaran Baru, PDNW Lotim Temui Wabup dan Dikbud

Jelang Ajaran Baru, PDNW Lotim Temui Wabup dan Dikbud

Lombok Timur SR – Untuk membuka kembali sekolah di tengah pandemic Covid-19 dalam pemberlakukan New Normal nanti, Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan (PDNW) Lombok Timur TGH. Muzayyin Shobri, M.Pd.I mendatangi kediaman Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi, SH. dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur H. Muhammad Zainuddin, S.Ag., M.Pd.I. di Desa Bagik Papan Kecamatan Pringgabaya Lotim, Sabtu malam, (13/06).

“Kami ingin mensingkronkan dengan pemerintah daerah seperti apa mekanisme dan jadwal pelaksanaan pendidikan yang akan diterapkan di era New Normal nantinya. Bagaimanapun juga kami di NW banyak mengelola lembaga pendidikan mulai dari tingkat TK sampai perguruan tinggi,. Jadi perlu kami ketahui penerapannya separti apa di Lombok Timur,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, PDNW Lotim menegaskan bahwa Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Muhammad Zainuddin Atsani sangat mengutamakan prinsip keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru dan semua kalangan di lingkungan sekolah dan madrasah NW. Prinsip tersebut menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan membuka kembali sekolah dan madrasah sebagai wujud penerapan skenario New Normal atau kenormalan baru di masa pandemi Covid-19.

“Pada prinsipnya harus mengutamakan kesehatan peserta didik maupun santri, guru, ustaz, kepala sekolahnya, mudirnya, semuanya. Keselamatan dan keamanan harus jadi prioritas. Karena NTB termasuk tertinggi kedua terbanyak anak terpapar Corona,” jelasnya.

Lanjutnya, mengingat sampai saat ini belum ada kejelasan mekanisme pendidikan di era New Normal tersebut, sekolah dan madrasah di bawah Nahdlatul Wathan tetap menggunakan tahun ajaran baru sebagaimana yang sudah berlaku. Dia menyampaikan tahun ajaran baru di sekolah/madrasah NW tidak akan diundur. Alasannya mengapa sekolah dan madrasah NW tetap memakai ajaran tahun baru yang sudah ada, karena beberapa sekolah/madrasah sudah menggelar ujian. “Kalau ada pengunduran itu enggak akan nyambung, sistemnya terganggu semua” imbuhnya.

Menanggapi usulan dari Ketua PD NW tersebut, Wabup Lotim H. Rumaksi mengungkapkan, untuk membuka kembali sekolah di era New Normal, harus terlebih dulu dilakukan pemetaan dengan mengacu pada bagaimana perkembangan tren Covid-19 di masing-masing daerah. Misalnya daerah zona hijau, merah, atau kuning. “Jadi harus tetap mengacu pada peta daerahnya, masuk ke zona apa,” ucapnya.

Bila daerahnya hijau, maka kegiatan belajar-mengajar bisa dilakukan secara tatap muka, tetapi dengan berbagai persyaratan berupa protokol medis. Kalau suatu sekolah berada di zona aman, maka tetap harus menerapkan protokol tersebut. Sebab bisa saja guru dan murid ada yang berasal dari zona merah.

“Muridnya harus jaga jarak, bisa saja nanti diatur mungkin bergiliran masuknya tapi tetap dengan protokoler menggunakan masker, dan menyiapkan sarana cuci tangan, hand sanitizer dan sebagainya, kita harus tetap waspada,” tuturnya.

Meski begitu, lanjut Rumaksi dibukanya kembali suatu sekolah tetap melihat kapasitas dan kemampuan sekolah tersebut. Sarana-sarana kebersihan seperti untuk cuci tangan, tentu harus disediakan.

“Sekolahnya siap atau tidak, kalau tidak, ya kita demokratis saja, intinya kita semua harus saling membantu terutama untuk memfasilitasi dengan sarana kebersihan itu dan tentu NW sangat bisa membantu pemda dalam memberlakukan New Normal di bidang pendidikan ini,” tegasnya.

Hal senada juga di sampaikan Kadis Dikbud Lotim H. M. Zainuddin, M.Pd.I. Untuk kondisi sekarang, pihaknya telah meminta agar anak-anak atau para siswa itu belajar dari rumah meski memang ini pembelajaran baru bagi guru dan siswa.

“Ini sesuatu yang baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Tetapi kan kita mengutamakan keselamatan, maka tetap pembelajaran seoptimal mungkin dari rumah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pihak dinas pendidikan tetap melakukan koordinasi dan mengikuti arahan kementrian pusat terkait pelaksanaan pendidikan di sekolah dalam menghadapi era New Normal.

“Kita butuh dukungan semua pihak, wali murid harus dukung, dan gurunya harus betul-betul tidak boleh lengah. Mungkin teknisnya nanti bisa dengan menggilirkan jadwal masuk murid. Bisa jadi ada shift pagi dan siang. Tetapi kebijakan ini tetap kita sesuaikan dengan kebijakan pusat,” pungkasnya. (Vin)

Share this post