Bupati Paparkan Jurus Jitu Lumpuhkan Covid-19

Lombok Tengah SR- Bupati Lombok Tengah (Loteng) HM. Suhaili mengambil langkah baru, guna melumpuhkan penyebaran Covid-19 di Loteng. Salah satunya dengan cara menggalang silaturrahmi Forkopimda lintas Kecamatan, dalam rangka menjalin komunikasi yang baik, antara tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten, dengan Kecamatan dan Desa.
Salah satunya di Kecamatan Praya Timur Loteng, Rabu (10/06) Bupati Loteng memaparkan jurus terbaru, guna melumpuhkan penyebaran  Covid-19.
“Kita di Loteng satu-satunya kabupaten kota pertama di NTB, yang sudah menyebarkan masker sebanyak 2 juta. Dan itu kita bagikan secara gratis ke masyarakat,” katanya.
Selain itu, sebelum Covid-19 ini ada, Loteng juga sudah memprogramkan Aman Bersih Sehat dan Religius (Abser). Program tersebut, paling tidak telah berimbas kepada kesadaran masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan.
Dalam rangka menjaga keberhasilan tersebut lanjut Bupati dua priode ini, Silaturrahmi Forkopimda dilakukan, dimana ada lima program unggulan yang akan digalakkan dalam Silaturrahmi ini, diantaranya.
Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam  menjaga kebersihan, dalam agama Islam telah jelas disebutkan, bahwasanya kebersihan itu sebagian dari iman, sehingga pihaknya sangat yakin, masyarakat Loteng yang sebagian besar penduduk Islam, kesadaran menjaga kebersihan pasti dilakukan.
“Program Abser, saya akui belum berjalan 100 persen, namun Alhamdulillah paling tidak sudah menuai hasil di lapangan,” paparnya.
Selanjutnya, masih adanya karakter masyarakat, yang masih pagah terhadap himbauan dan yang lainnya, mohon kepada petugas Covid-19, kades Kadus dan beberapa unsur lainnya, untuk memberikan bimbingan dengan cara  bersabat.
Jaga kesehatan. Menjaga kesehatan itu harus dimulai dari diri sendiri anak dan lingkungan sekitar, sehingga lambat Laun apa yang sudah dilakukan, bisa ditiru oleh yang lain.
Menjaga kesehatan bukan hanya dengan cara menjaga lingkungan semata, namun mari perbanyak makan makanan bergizi dan perbanyak makan buah dan perbanyak istirahat.
“Tidak ada alasan kita untuk tidak sehat, sebab semuanya ada dalam diri kita, tergantung kita menanamkan kesadaran,” pintanya.
Jaga yang ke tiga adalah jaga kegiatan atau aktivitas, ditengah penyebaran covid-19 hindari kerumunan, contohnya Solat berjamaah, kerumunan di pasar, nyongokolan dan yang lainnya.
“Jika sebelumnya solat berjamaah, selalu diperintahkan oleh imam untuk rapatkan saf, ditengah Covid-19 ini, saya harapkan solat berjamaah di atur, sesuai dengan protap Covid-19,” pintanya lagi.
Selain itu, jika ada yang melaksanakan solat berjamaah, usahakan bawa sajadah dari rumah, sebab sajadah yang ada di masjid, bisa saja ada penyakit. Wudu di rumah untuk menghindari kerumunan menunggu giliran wudu dan bawa plastik sebagai tempat penaruhan sandal.
“Yang jelas jika mau melaksanakan solat berjamaah, silahkan ikuti protap, termasuk yang sudah saya katakan di atas,” ujarnya.
Setelah program ini berakhir lanjutnya, masing masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan turun melakukan sosialisasi dan nanti sistemnya akan diatur.
Bagi masjid yang kurang pasilitas, masjid tersebut akan diberikan pasilitas, seperti diberikan alat cuci tangan, termasuk di beberapa pasar di Loteng.
Dikatakan, pada beberapa pekan lalu, Loteng menempati urutan ke 4 Kabupaten/Kota di NTB, yang menyumbang penyebaran covid-19, namun Alhamdulillah berkat kesadaran masyarakat dan upaya yang sudah dilakukan sekarang Loteng berada pada posisi ke tiga.
“Mari jaga kebersamaan, hilangkan bahasa pagah, ikuti seluruh aturan. Agar semua usaha kita dalam mengatasi musibah ini tercapai,” harapnya. (ap).

Share this post