Tim Medis RSUD Praya, Mulai Dirontokkan Covid-19

Tim Medis RSUD Praya, Mulai Dirontokkan Covid-19
Lombok Tengah SR- Satu persatu Tiem medis RSUD Praya Lombok Tengah (Loteng), mulai terserang  Covid-19. Sekretaris Daera (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs. HL. Gita Ariadi, M.Si kembali mengumumkan jumlah masyarakat NTB yang terkonfirmasi Positif dan sembuh dari Virus Corona atau Covid-19.
Dimana dari 42 sempel kasus baru positif Covid-19 itu, 14 Sempel kasus Baru Positif Covid-19 asal Loteng. 14 sempel kasus baru tersebut merupakan Tenaga Kesehatan yang bekerja di RSUD Praya Loteng. 11 orang Tenaga Kesehatan yang ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Praya yang terkonfirmasi Positif Covid-19 itu terdiri dari 8 orang Perawat, 1 orang Dokter dan 2 orang Petugas Administrasi di IGD RSUD Praya Loteng.
Dijelaskan 14 Warga Loteng termasuk 11 orang Tenaga Kesehatan dan Petugas Administrasi di RSUD Praya Loteng masing masing atas nama.
Pasien nomor 603, an. Ny. M, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Rungkang, Kecamatan Praya Barat Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.
Pasien nomor 604, an. Tn. LA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Selanjutnya pasien nomor 605, an. Ny. YUNS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.
Pasien nomor 606, an. Tn. H, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani Karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 607, an. Tn. J, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 608, an. Ny. YH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 609, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 610, an. Ny. LNSW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 611, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Selain itu, pasien nomor 612, an. Ny. RO, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 613, an. Ny. H, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 614, an. Tn. MA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 607, an. Tn. J, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Pasien nomor 614, an. Tn. MA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria Loteng. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Loteng dengan kondisi baik.
Mantan asisten II ini menmbahkan, adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.223 orang dengan perincian 558 orang (46%) PDP masih dalam pengawasan, 665 orang (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal.
Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.586 orang, terdiri dari 238 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.348 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.028 orang, terdiri dari 2.201 orang (37%) masih dalam pemantauan dan 3.827 orang (63%) selesai pemantauan.
Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.412 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.096 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.316 orang (93%).
Memperhatikan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dalam beberapa waktu ini, dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat lanjutnya, kembali mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka.
“Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini,” ujarnya
Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” pintanya.
Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.
Terpisah Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Loteng H. Omdah mengatakan, sampai saat tenaga kesehatan yang bekerjan di RSUD Praya yang terkonfirmasi Positif Covid-19, baru 11 orang.
Dari 11 orang tersebut, telah menjalani Karantina di Ilirate Hotel di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat Loteng. “Untuk menghindari hal hal yang tak kita inginkan,  11 orang tersebut sudah berada di Ilirate Hotel,” katanya
Dijelaskan, 11 orang tersebut terdiri dari perawat, dokter dan tenaga administrasi yang bertugas di bagian IGD dan Poli RSUD Praya.
Selanjutnya guna memaksimalkan pelayanan mengingat tenaga yang ada terpapar Corona, pihaknya akan memaksimalkan beberapa petugas yang ada. “Yang jelas masyarakat jangan panik, tenaga cadangan kita sudah siapkan dan mereka siap memberikan pelayanan terbaik,” tutupnya. (ap)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or