Inilah Kumpulan Hasil Reses Legewarman Dewan Dapil III

Inilah Kumpulan Hasil Reses Legewarman Dewan Dapil III
Lombok Tengah SR-  Serap Aspirasi (Reses) Legewarman anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng), Daerah Pemilihan (Dapil) III Praya Timur Pujut Loteng, resmi di tutup di kediamannya, Rabu (20/05) lalu.
Dalam penutupan reses yang terakhir kali ini, melibatkan perkumpulan dari 5 desa, masing masing Desa Ganti, Semoyang, Sengkerang, Bilelando dan Desa Beleka Kecamatan Praya Timur Loteng.
Politisi PBB ini mengatakan, sesuai hasil Reses yang telah dilaksanakan di beberapa titik secara menyeluruh di dapilnya diantaranya, masyarakat masih kesulitan air, di musim tanam ke dua, sehingga solusi satu satunya yang mereka harapkan adalah, terbangunnya bendungan DAM Mujur Kecamatan Praya Timur.
Selanjutnya, penerima bantuan masih tumpang tindih, artinya yang layak mendapatkan bantuan malah itu tidak dapat dan sebaliknya yang tidak layak, itu yang tersentuh dengan bantuan pemerintah.
Penanganan sampah perdanya hanya untuk Kecamatan Praya, sedangkan di sejumlah desa di luar Kecamatan Praya, membutuhkan penanganan dari pemerintah, salah satunya di Desa Semoyang dan Sengkerang dan sejumlah tuntutan lainnya.
Dijelaskan, masalah perjuangan pembangunan DAM Mujur, sampai saat ini, pihaknya terus berjuang melalui parlemen. Sebab, salah satu cara menuntaskan kelangkaan air bagi para petani, khususnya di Kecamatan Praya Timur dan Pujut, DAM Mujur ini terbangun.
“Jika dilihat dari segi manfaatnya, DAM Mujur adalah jawaban yang tepat mengatasi kelangkaan air di musim tanam ke dua ini, umumnya di Loteng dan khususnya Pujut dan Praya Timur, dan kami bersama rekan rekan dewan masih berkomitmen DAM Mujur harus jadi,” katanya.
Selanjutnya data penerima bantuan pemerintah, akibat dari penyebaran virus Covid-19, sampai saat ini masyarakat menilai pendataannya masih tumpang tindih. Seperti yang sudah ia katakan sebelumnya, yang layak dapat malah tidak dapat dan yang tak layak dapat, malah itu yang dapat.
“Jelas semua temuan itu kami tampung, dan itu akan kami sampaikan saat rapat paripurna dewan,” cetus anggota dewan tiga periode ini.
Selain itu lanjutnya, penanganan sampah di luar Kecamatan Praya, juga harus di samakan dengan Kecamatan lain. Pasalnya saat ini penanganan sampah khusus Kecamatan Praya sudah di perdakan, dan itu harus diberlakukan di luar Kecamatan Praya.
“Penanganan sampah harus tuntas, artinya tidak hanya berlaku di jantung Kabupaten saja, namun harus berlaku di Kecamatan luar Kecamatan Praya,” pintanya.
Kenapa harus demikian, sebab masyarakat juga sudah mulai resah dengan hadirnya sampah di pedesaan, sebut saja di Dusun Pemondah Desa Sengkerang, Desa Beleka, Semoyang dan beberapa desa lainnya.
Sehingga dalam hal ini peran pemerintah harus ada, paling tidak ada penanganan paling rendah dinas terkait bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa.  “Yang jelas persoalan sampah harus merata di seluruh wilayah Loteng, tidak hanya di kota Praya saja,” tutupnya. (ap)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or