Alhamdulillah, 22 Mei, 276 Masjid di Lombok Timur Bisa Jumatan

Alhamdulillah,  22 Mei, 276 Masjid di Lombok Timur Bisa Jumatan

Lombok Timur SR – Ada kabar yang menggembirakan bagi warga Lombok Timur. Hal ini terkait kondisi soal kasus Covid-19. Setelah lebih satu bulan tidak bisa jumatan karena wabah Covid-19 yang melanda, akhirnya pada Jumat depan tepatnya, tanggal 22 Mei 2020, Masjid sudah boleh digunakan untuk beribadah Jumat dan solat jamaah.

“Pada Jumat mendatang Pemerintah rencananya mengizinkan shalat Jumat di 254 masjid Desa, 21 masjid kecamatan, dan Masjid Agung Al-Mujahidin, Selong. Dalam pelaksanaannya akan disiapkan thermo gun dan tempat cuci tangan di semua pintu masuk masjid,” kata Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy saat menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Dampak covid-19 Kabupaten Lombok Timur di Masjid Kantor Bupati setempat, Senin, (18/05).

Lanjut Bupati, bagi jamaah yang memiliki suhu di atas normal tidak diperkenankan memasuki masjid. Kegiatan ini harus memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan penerapan jarak fisik, termasuk membawa sendiri peralatan shalat.
“Pada tahap ini jika hasilnya menunjukkan jumlah yang reaktif kecil, maka pelaksanaan Shalat Idul Fitri dapat dilakukan,” ungkap Bupati.

Tahap selanjutnya kata Bupati, akan dilakukan adalah Rapid test berbasis pasar. Pada pelaksanaannya akan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Hanya yang suhu tubuhnya di atas normal yang akan menjalani rapid test. Kegiatan ini akan dilaksanakan di 10 pasar potensial mulai dari wilayah selatan hingga utara dan akan dimulai pada Selasa.

“Kita tidak bisa menjamin pelaksanaan ibadah di masjid kalau tidak diketahui sumbernya. Pasar sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dinilai menjadi salah satu pusat penyebaran,”jelasnya.

Bupati menambahkan jika hasil rapid test berbasis pasar ini banyak yang reaktif, maka Jumatan belum dapat dilakukan. Tahap berikutnya akan dilakukan Rapid test berbasis masjid. “Kalau hasil (rapid test) baik yaitu jumlah reaktif kecil, ini akan dilakukan,” tandasnya.

Bupati  juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas keberhasilan yang dicapai Gugus Tugas saat ini, di mana hanya tersisa dua kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lombok Timur.

“Keberhasilan Lombok Timur mengendalikan kasus Covid-19 didasarkan atas kekompakan, kebersamaan, dan kepedulian seluruh pihak. Namun begitu semua itu harus ditingkatkan demi memutus rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati minta kepada Kepala Dinas Kesehatan agar bisa menjelaskan dasar atau landasan ilmiah untuk mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Alasan itu pula pada forum tersebut Bupati meminta Kepala Dinas Kesehatan dr. Hasbi Santoro memaparkan kondisi Covid-19 terkini Lombok Timur.

Dalam pemaparannya, Kadis Kesehatan Lombok Timur, dr. Hasbi Santoro memaparkan puncak kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur terjadi pada 28 April dengan adanya enam kasus terkonfirmasi positif.

“Secara epidemiologi puncak itu tidak akan terjadi lagi. Jika hasil test swab PDP yang ada saat ini menunjukkan negatif, diharapkan hal ini bisa berhenti. Memperhatikan hal tersebut dan menunggu dua kali masa inkubasi maka endemi di Lombok Timur dapat dinyatakan berakhir,” jelas Hasbi.

Pada ujung pemaparannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur juga menyampaikan sejumlah rekomendasi yang harus dijalankan ketika pemerintah melakukan pelonggaran terhadap aktivitas masyarakat di luar rumah.

Sementara itu kepala Kementerian Agama Lombok Timur H. Azharuddin menyampaikan pada dasarnya Kementerian Agama merujuk pada fatwa MUI yang disandingkan dengan kebijakan Pemerintah Daerah. “Kita sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang isinya mulai Jumat taggal 22 Mei 2020 pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan melakukan Uji Coba Membuka Masjid Kabupaten, Masjid Kecamatan, dan Masjid Desa untuk digunakan sebagai tempat kegiatan keagamaan (ibadah solat Jumat dan Idul Fitri),” kata Azharudin dalam SE yang sudah diedarkan.(sop)

Share this post