SUARA DESA 

Tegas! Tidak Pakai Masker, Pemdes Mujur Tidak Layani Warga

Lombok Tengah SR- Pemerintah Desa (Pemdes) Mujur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), telah melayangkan surat kepada seluruh pertokoan, ritel modern dan SPBU yang beroperasi di wilayah Desa Mujur. Dalam surat tersebut berisikan, larangan menerima pembeli ataupun kunjungan jika tidak menggunakan masker.
“Membasmi Covid-19 harus dengan cara bersama sama, makanya kami dari Pemdes Mujur, telah melayangkan surat kepada seluruh pemilik toko, ritel termasuk SPBU, untuk tidak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker,” kata Kepala Desa (Kades) Mujur Junaidi, Jum’at (08/05).
Menerapkan kunjungan harus menggunakan masker lanjutnya, bukan berarti tanpa ada persiapan matang. Artinya pihak pemdes telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kecamatan. Dimana sebelum program ini dilahirkan, pihaknya sudah mempersiapkan 10000 masker dan itu ada yang sudah dibagikan dan ada juga yang masih dalam proses.
Selanjutnya pengadaan masker itu dianggarkan melalui Dana Desa (DD) dengan melibatkan para penjahit yang ada di Desa Mujur. “Kami berdayakan para penjahit ditempat, jika di luar satu masker harganya Rp 3000, alhamdulillah di tempat sendiri di hargakan Rp 1000 permasker,” terangnya.
Selain dari desa, dari Kabupaten juga sudah ia terima dan itu juga sudah dibagikan. “Untuk pendistribusian masker, ada yang diberikan melalui satgas Covid – 19, dan kadus, ada juga kita berikan kepada seluruh pengguna jalan termasuk para pedagang yang ada di Pasar Mujur,” ungkapnya.
Setelah menilai program penyebaran masker menuai sasaran, barulah dalam beberapa hari setelahnya, diberlakukan para pengunjung ataupun pembeli untuk mewajibkan memakai masker, ketika ingin melakukan transaksi di Mujur. “Masing masing satgas Covid-19, yang sudah kita tunjuk, kita bekali juga dengan masker. Ketika ada pengunjung yang lupa membawa masker, itu kita berikan juga,” ulangnya.
Selain hal diatas lanjut Junaidi, masing-masing ritel, toko, SPBU dan yang lainnya, sudah di berikan pemberitahuan untuk menempatkan tempat cuci tangan. Sedangkan pabrik penggilingan, pihaknya sudah menyarankan mengoperasi pabrik sesuai dengan protap pencegahan penyebaran Covid-19. (ap)

Related posts