LAILATUL QADR: FASILITAS TERISTIMEWA UNTUK UMAT MUSLIM SEPANJANG HAYAT:  BELAJAR MENGGAPAI LAILATUL QADR PADA MALAM-MALAM RAMADHAN

LAILATUL QADR: FASILITAS TERISTIMEWA UNTUK UMAT MUSLIM SEPANJANG HAYAT:  BELAJAR MENGGAPAI LAILATUL QADR PADA MALAM-MALAM RAMADHAN
 OLEH:    H. FAHRURROZI DAHLAN. QH.   (DOSEN FDIK UIN MATARAM)
Saudaraku!
Mari kita coba telusuri eksistensi dan esensi Lailatul Qadr yang disebut tiga kali secara berturut-turut dalam surat Al-Qadr oleh Allah swt. Dengan disebutkannya berkali kali menunjukkan esensi yang spesial untuk dicapai dan diraih oleh kita ummat yang beriman.
Pertanyaan kita kemudian adalah kenapa lailatul qadar itu begitu istimewa? Untuk siapa keistimewaan lailatul qadar itu?  Apakah lailatul qadar ini hanya ada di Bulan Ramadhan ataukah ada di bulan lain?  Lantas kapan lailatul Qadar itu turun?  Pertanyaan terakhir bisakah kita menggapainya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut,  Al-Faqir mencoba menguarai secara ringkas dan argumentatif agar tercipta konsepsi dan obsesi untuk sukses meraihnya.
Pertama: Lailatul Qadar itu istimewa karena memang diistimewakan oleh Allah berbarengan dengan teristimewanya bulan Ramadhan tempat dan waktu turunnya semua kitab-kitab Allah berikut suhuf-suhufnya. Tak kalah pentingnya karena Al-Quran juga turun pada malam-malam Ramadhan.
Kedua: Lailatul Qadar sesungguhnya memiliki tiga dimensi:1) Dimensi al-Qadr sebagai assyaraf (ليلة الشرف) malam kemuliaan dikarenakan para malaikat turun naik dari langit ke bumi untuk memantau dan mengawasi orang-orang yang beribadah pada siang harinya dan beribadah pada malamnya yang semua milyaran malaikat itu dikomandai oleh al-Ruuh Gelar kehormatan bagi Malaikat Jibril. 2)Dimensi Lailatul Qadar sebagai Lailatuttaqdir wa ttafriiq (ليلة التقدير والتفريق) Malam penentuan dan malam amandemen nasib kehidupan selanjutnya. Maka orang yang memanfaatkan malam qadar untuk bermunajat dapat dipastikan akan mendapatkan fasilitas istimewa ini dengan diberikan perubahan kehidupan yang lebih baik dan selamat. 3). Dimensi Lailatul Qadr sebagai malam penjamuan maidah hidangan rahmat, maghfirah dan al-itqi minaar (pembebasan dari api neraka) yang kemudian lailatul qadar sebagai lailatu ttadhyiif wa al-dhiyaafah ( ليلة التضييف والضيافة). Maka beruntunglah bagi siapa saja yabg dapat menyantap hidangan super lezzah itu yang langsung dari Allah swt yang dibawa oleh para malaikat-malaikat itu.
Ketiga: Lailatul Qadar sebagai malam penggandaan amal ibadah dan pemanjangan umur baik secara kualitas  maupun kuantitas. Lebih baik dari seribu bulan menunjukkan bahwa fasilitas istimewa ini hanya diperuntukkan bagi siapa saja yang ibadah pada malam-malam ramadhan tidak ditemukan pada selain ramadhan.
Keempat: Lailatul Qadar ini adalah khas untuk ummat nabi Muhammad yang tidak diberikan kepada ummat terdahulu.  Kenapa? Karena semata-mata keadilan Allah swt terhadap ummat nabi Muhammad saw. Di mana suatu saat Nabi Bersedih dengan fasilitas Umur yang panjang bagi ummat terdahulu yang rata-rata berumur ratusan tahun,  bahkan hampir ribuan tahun usianya. Tentu secara kuantitas tidak akan pernah berbanding banyaknya amal saleh dan tingginya syurga yang diperoleh oleh ummat nabi Muhammad yang umurnya berkisar antara 60-70 tahun. (حصاد أمتى ما بين الستين والسبعين).Atas kondisi seperti itu Allah berikan fasilitas istimewa kepada Ummat Nabi Muhammad agar dapat menyamai umur umat terdahulu dengan fasilitas Lailatul Qadar. Coba kita lihat logikanya seperti ini. Saya berusia saat ini 45 tahun,  saya kurangi dengan usia pas saya baligh 15 tahun. Maka ada 30 tahun usia saya terhitung sebagai umur mukallaf yang dianggap ibadah untuk diri sendiri. Tentu selama 30 tahun itu saya berjumpa dengan ramadhan dan tentu selama itu juga saya pernah puasa, salat tarawih, tadarrus,  iktikaf dan amal-amal ibadah yang lain. Saat melaksanakan itu pasti bersamaan dengan turunnya lailatul qadar meski tak merasakannya. Otomatis nilai ibadah saya itu akan seimbang dengan ibadah umat terdahulu karena fasilitas umur saya bisa menyamai bahkan bisa melebihi dengan perhitungan 30×84 tahun (seribu bulan) = 2.250 Tahun usia saya saat ini. Melebihi umur Nabi Nuh As. Itulah hidangan teristimewa yang Allah berikan kepada Ummat Nabi Muhammad Saw.
Kelima: Lailatul Qadar merupakan rahasia yang Allah sembunyikan untuk hambanya agar kita berusaha untuk meraihnya.
Hikmah dari kerahasiaan ini disebabkan karena:
 Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Ali Ahmad al-Jurjawi sebagai berikut:
ذهب بعضهم الى أنها دائرة فى السنة كلها ثم اختلف القائلون إنها فى رمضان هل هى فى كل شهر رمضان أو فى العشر الأخير منه فقط. فذهب بعضهم الى الأول وذهب الكثير منهم الى الثانى وخصها بالأوتار.
Pendapat sebagian ulama bahwa lailatul qadar itu terjadi sepanjang tahun. Kemudian terjadi perbedaan pendapat apakah lailatul qadar itu di Bulan Ramadhan? Ataukah pada setiap hari malam ramadhan atau di bilangan sepuluh akhir saja. Sebagian berpendapat dengan Lailatul qadar pada bulan ramadhan dan setiap malamnya. Sementara pendapat mayoritas Lailatul Qadar itu turun pada malam kesepuluh akhir dan khususnya lagi pada bilangan ganjil. 21.23.25.27.29. Ramadhan.
Lantas Kenapa Allah Rahasiakan kapan Turunnya.
والسبب فى اخفائها على الناس وجوه:
أحدها انه تعالى أخفاها ليعظموا جميع السنة على القول بأنها فيها أو فى جميع رمضان على القول به أو فى العشر الأخير على القول به. كما أخفى رضاه فى الطاعات ليرغبوا فيها كلها وأخفى غضبه فى المعاصى ليحذروها كلها وأخفى وليه فى المسلمين ليعظموهم كلهم وأخفى ساعة الإجابة فى يوم الجمعة ليجتهدوا فى العبادة فى جميع اوقاتها وأخفى الإسم الأعظم ليعظموا كل أسمآءه.
Rahasia Pertama: Allah swt merahasiakannya agar manusia mengagungkan semua tahun itu menurut pendapat yang mengatakan lailatul qadar turun setiap tahun atau mengagungkannya disetiap Ramadhan atau di setiap bilangan sepuluh akhir sebagai mana Allah merahasiakan Ridha-Nya pada perbuatan ketaatan agar mereka tetap semangat dan senang mencarinya. Juga Allah sembunyikan lailatul qadar itu seperti Allah rahasiakan murkaNya pada perbuatan kemaksiatan agar manusia berusaha menghindarinya. Juga Allah merahasiakan para wali-Waliyullah di kalangan mereka agar mereka semua ada usaha menghormati semuanya. Juga Allah rahasiakan waktu ijabah doa pada hari Jumat agar manusia bersungguh-sungguh dalam beribadah pada semua waktunya. Juga Allah rahasiakan Mana nama Allah yang paling agung diantara nama-nama yang mulia itu agar manusia mengagungkan semua nama Allah itu.
  الوجه الثانى: إن العبد اذا لم يتيقن ليلة القدر واجتهد فى الطاعة رجاء أن يدركها يباهى الله تعالى به ملائكته ويقول تقولون انهم يفسدون فى الارض ويسفكون الدماء وهذا جده واجتهاده فى الليلة المنظمة فكيف لو جعلتها معلومة فحينئذ يظهر انى أعلم مالا تعلمون.
Sesungguhnya seorang hamba jika belum yakin akan lailatul qadar itu namun dia berusaha sungguh-sungguh dalam ketaatan dengan harapan untuk bisa berjumpa dengan lailatul Qadar. Allah swt membangga-banggakan hamba itu di kalangan malaikat dengan ungkapan. Wahai malaikatku dulu Anda mengatakan manusia itu akan melakukan pengerusakan di muka bumi juga pertumpahan darah di muka bumi sekarang lihat usaha dan kesungguhannya pada malam ini. Bagaimana sekiranya saya jadikan maklumat kemuliaan maka jelaslah apa yang Allah katakan Allahlah yang maha tahu dari apa yang kalian ketahui.
الوجه الثالث: ليجتهدوا فى طلبها والتماسها فينالوا بذلك أجر المجتهدين فى العبادة بخلاف ما لو عينت فى ليلة بعينها لحصل الإقتصار عليها ففاتت العبادة فى غيرها وقد قيل أجرك على قدر نصبك.
Rahasia ketiga: Agar semua bersungguh-sungguh untuk mencarinya dan mengusahakannya maka dengan demikian mereka mendapatkan fahala orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Berbeda halnya jika ditentukan waktu turunnya pada malam tertentu maka akan terjadi keterbatasan ibadah dan akhirnya ibadah akan kosong di malam-malam berikutnya karena sudah diwakili oleh malam qadar itu. Tepat sesuai pepatah yang mengatakan. Fahalamu tergantung pada ukuran kelelahanmu.
Lantas Kapan Saatnya lailatul Qadar itu menurut mayoritas ulama?.
Dapat al-Faqir kutipkan pendapat ulama tentang itu dalam dua kitab: Kitab Bughyatul Mustarsyidin fi talkhiisi fatawa ba’dhi ulamail mutaakkhirin, karya Syaikh Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar. Halaman. 113. Dan kitab Khasyiyah alBajury ala ibn Qosim al-Izzi karya Syaikh Ibrahim al-Baijury halaman. 304.
Sebagai berikut:
يا سائلى عن ليلة القدر التى * فى عشر رمضان الأخير حلت
فإنها فى مفردات العشر * تعرف من يوم ابتداء الشهر.
فبالأحد والأربعا فالتاسعة * وجمعة مع الثلاثا السابعة
وإن بدا الخميس فهي الخامسة* وان بدا بالسبت فهي االثالثة
وان بدا الاثنين فهي الحادى * هذا عن الصوفية الزهاد. اھ
Duhai para Pencari Lailatul Qadr – Di bilangan sepuluh akhirlah tempat turunnya. Sesungguhnya lailatul Qadar itu di bilangan sepuluh  ganjil – dan dapat diketahui dari awal hari puasa.
Jika Mulai puasa pada hari Ahad dan Rabu maka jatuh lailatul qadar itu pada malam ke-29 Ramadhan. Jika jatuh awal puasa pada hari Jumat dan selasa maka lailatul Qadar itu jatuh pada malam ke-27 Ramadhan. Dan jika mulai puasa hari Kamis maka Lailatul Qadar itu jatuh pada malam ke-25 Ramadhan. Jika Mulai puasa pada hari Sabtu maka lailatul Qadar jatuh pada malam ke 23 Ramadhan. Dan jika Awal puasa pada hari Senin maka lailatul qadar jatuh pada malam ke-21. Inilah eksperimen yang berasal dari ulama ulama yang zuhud dan sufi.
senada dengan pendapat di atas,  seperti ungkapan dalam syair berikut ini.
وانا جميعا ان نصم يوم جمعة #
ففى تاسع العشرين خذ ليلة القدر
وان كان يوم السبت اول صومنا #
 فحادى وعشرين اعتمده بلا عذر
وان هل يوم الصوم فى أحد ففى #
سابع العشرين ما رمت فاستقر
وان هل بالاثنين فاعلم بأنه #
يوافيك نيل الوصل فى تاسع العشرى
ويوم الثلاثا ان بدا الشهر فاعتمد #
على خامس العشرين تحظى بها فادر
ففى الأربعا ان هل من يرومها #
فدونك فاطلب وصلها سابع العشرى
ويوم الخميس ان بدا الشهر فاجتهد #
توافيك بعد العشر فى ليلة القدر ….اھ  ص: ٣٠٤
 Akhirnya semoga kita mampu melaksanakan ibadah ibadah teristimewa selama bulan Ramadhan ini dan kita diberikan kesempatan untuk menerima hidangan lailatul qadar oleh Allah swt.  Amiin ya robbal alamin.
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or