Warganya Sembuh Corona, Camat Jerowaru Bersyukur

Warganya Sembuh Corona, Camat Jerowaru Bersyukur

Lombok Timur SR – Pasien  positif Corona asal Dusun Tembere Desa Batu Nampar Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dipulangkan dan dihantar langsung oleh Tim Gugus Covid19 dan Camat Jerowaru Jumase, setelah dinyatakan negatif corona oleh tim medis dari Rumah Sakit Umum Dr. R. Sudjono Senin, (04/05).

“Kita dari pihak Kecamatan langsung menghantarnya secara bersama-sama dengan diberikan sambutan dari masyarakat kita dengan penuh rasa bahagia. Diumumkan langsung dan dari tim medis itu bahwa mereka bertiga ini adalah warga yang paling sehat diantara warga yang ada di Dusun Tembere khususnya”, katanya, saat ditemui di kantornya Rabu, (06/05).

Camat Jumase mengatakan bahwa pada dasarnya dalam hal ini, kami dari pemerintah Kecamatan Jerowaru sangat berterimakasih kepada semua pihak, terutama sekali kapada tim medis.

“Tentunya kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak baik yang ada di Puskesmas Sukaraja maupun yang ada di Rumah Sakit Umum Dr. R. Sudjono Selong yang sudah menangani masyarakat kami dengan baik dan alhamdulillah pulang juga dalam keadaan sehat walafiyat dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan”, tambahnya.

Di samping itu, lanjutnya, pihaknya juga telah melakukan rapid test kepada semua warga yang sempat contak langsung dengan pasien, khususnya di Dusun Tembere Desa Batu Nampar tersebut.

“Dengan adanya kerjasama yang baik antara Tim Gugus Covid19 kecamatan dan dengan Tim Gugus Covid19 yang ada di desa, sehingga bisa terlaksananya SOP atau ketentuan-ketentuan yang telah diberlakukan di wilayah Desa Batu Nampar, khususnya Dusun Tembere itu sehingga bisa terlaksananya dengan baik,” terangnya.

Dilanjutkannya, setelah dilakukannya rapid test terhadap warga yang pernah contak dengan pasien positif yang ada di dusunnya tersebut dan hasilnya negatif Corona, warganya langsung melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Warga kami yang ada di sana langsung mengisoalasi dirinya masing-masing di rumahnya sendiri selama 14 hari.Saya cukup kagum kepada masyarakat yang ada di sana, karena mereka saling menjaga antara sesama rumah yang satu dengan rumah yang lainnya dengan cara untuk sementara waktu membatasi kunjungan ke rumah masing-masing warga. “Kamu jangan datang kerumah saya, begitupun juga saya tidak akan datang ke rumah kamu,” kata Camat menirukan kata warganya.

Ia, menambahkan bahwa peristiwa ini jangan sampai ada lagi muncul ekor-ekor dan buntut-buntut yang lainnya, baik di tempat itu maupun di tempat-tempat yang lainnya. “Karena dari 15 desa yang ada, hanya di Dusun Tembere saja ada peristiwa warga kita yang terjangkit positif Corona dan alhamdulillah sudah dinyatakan sembuh,” ungkapnya  

Namun demikian, kata Jumase, meskipun kondisi keadaaannya seperti ini, tetap tiap malam dari Covid 19 yang terdiri dari unsur masyarakat kita dan istansi terkait untuk tidak pernah luput dari pemantauan, pengawasan dan monitoring setiap malamnya dari mulai sekitar jam 8 sampai jam 11. “Kadang-kadang juga sampai jam 3 terutama diperbatasan keluar masuk daerah kita,”pungkasnya. (lun)

 

Share this post