Ahsanul Khaliq : Dinsos Fokus Pendataan Penerima Paket JPS Gemilang

Ahsanul Khaliq : Dinsos Fokus Pendataan Penerima Paket JPS Gemilang

Mataram SR – Masih belum rapinya data penerima Paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang bagi masyarakat terdampak Covid-19, membuat  Dinas Sosial Provinsi NTB fokus dalam pendataan tersebut. Bila sebelumnya di dinas ini ikut dalam mengurus tata kelola telur dan beras, selanjutnya fokus mengawal validasi data dengan kepala desa. “Sekarag fokus kepada data penerima JPS Gemilang,” kata Kadis social NTB yang baru, H Ahsanul KHaliq, di mataram (Rabu (06/05).

Khaliq, menambahkan, Dinas Sosial kemudian akan ikut terlibat dalam pengawasan distribusi oleh perangkat daerah yang telah menyiapkan paket JPS Gemilang. Pembaginya adalah pihak Dinas Ketahanan Pangan fokus menyediakan beras, Dinas Perindustrian menyiapkan minyak goreng lokal, minyak kayu putih, susu kedelai, teh kelor, serbat jahe, gula semut/kopi, dan Dinas Perdagangan mengadakan minyak goreng di Pulau Sumbawa, Dinas Perikanan mengadakan ikan asin, sementara Dinas Koperasi fokus menyiapkan masker.

“Dinas Sosial pada JPS Gemilang tahap kedua fokus berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait verifikasi dan validasi data penerima manfaat. Polanya nanti dinas menyiapkan data awal yg ada di basis data SIKS NG DTKS  (Sistim Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation  Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sesuai kuota masing-masing kabupaten/kota yang telah ditentukan,” jelasnya.

Lanjutnya, nanti tim Dinas Sosial Provins bersama tim Dinas Sosial kabupaten/kota akan dibantu TKSK dan Pendamping PKH utk memverifikasi dan validasi data ke desa. Menentukan mana yang berhak  dan mana yang tidak berhak. Termasuk memasukkan keluarga yang tidak masuk, disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Selanjutnya, hasil verifikasi dan validasi data ditetapkan dengan keputusan kepala desa tentang daftar peberima manfaat JPS Gemilang,” ulasnya.

Menurutnya, acuan JPS Gemilang tetap pada data tahap pertama. Hanya jumlahnya dihitung secara proporsional. Sehingga tidak terjadi seperti pada tahap pertama ada desa hanya mendapat dua KK atau 14 KK. Sementara ada desa lainnya sampai 400, 500 bahkan 700 KK. “Memastikan penerima JPS Gemilang ini adalah orang yang membutuhkan,” pungkasnya.(red)

Share this post