Aplikasi Tiktok Makan Korban, Warga Kopang Diamankan Polisi

 Aplikasi Tiktok Makan Korban, Warga Kopang Diamankan Polisi
Lombok Tengah SR- Salah seorang warga Kopang Kecamatan Kopang Lombok Tengah (Loteng), jenis kelamin perempuan inisial ER, umur 19 tahun, harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pasalnya ER telah memainkan aplikasi Tiktok, ketika saat melaksanakan ibadah solat, dengan durasi kurang lebih 1 menit, ER bergoyang layaknya orang tidak solat.
Hal tersebut, sontak membuat para warganet marah dan selang beberapa menit setelah viral, Senin malam lalu, aparat kepolisian Satreskrim Polres Loteng, langsung mengamankan pelaku.
“Apa yang dilakukan ER telah membuat para warganet marah dan masyarakat resah, sebab kelakukan ER dinilai masuk dalam penodaan agama sehingga kami amankan,” kata Kasat Reskrim Loteng AKP Priyo Suhartono.
Dikatakan, sesuai keterangan dari ER, video tersebut dia unggah sendiri oleh pelaku itu kemudian viral di Media Sosial (medsos), sehingga membuat masyarakat resah dan membuat warganet ataupun masyarakat resah
Tidak ingin melihat hal hal yang tak diharapkan terjadi, pelaku saat ini sudah diamankan, beserta Barang Bukti (BB), yang telah di unggah sendiri oleh pelaku. “Pelakunya kita sudah amankan,  berdasarkan informasi dari masyarakat, kemudian pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku bersama barang bukti Hp yang digunakan pelaku membuat video tiktok tersebut di rumahnya,” jelasnya
Selanjutnya, jika mengambil dari keterangan pelaku, ternyata dia membuat video tersebut hanya iseng, tanpa berfikir kalau apa yang ia lakukan telah melukai masyarakat dan harus berurusan dengan kepolisian. “Pengakuan pelaku, katanya dia buat video hanya iseng-iseng saja, tanpa memikirkan kalau apa yang dilakukannya telah melukai hati masyarakat banyak,” bebernya.
Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 156 KUHP undang-undang ITE dengan ancaman hukuman 5 Tahun penjara dan video tersebut saat ini sudah di hapus oleh pelaku.
Atas kejadian ini, pihaknya menghimbau kepada seluruh pengguna media sosial (Medsos), untuk berhati hati. Silahkan gunakan medsos tanpa melakukan penghinaan dan penodaan terhadap agama, maupun orang lain dan Pemerintah. “Kita imbau masyarakat bijak dalam menggunakan medsos, supaya tidak terjadi seperti kasus ini,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaku ER sudah minta maaf kepada semua masyarakat Indonesia yang sudah salah menggunakan aplikasinya video tiktok tersebut. Dirinya tidak segaja membuat vidio tersebut, hanya ingin menghibur dirinya sendiri dan dirinya tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut. “Saya tidak ada niat untuk menghina agama islam,” pungkasnya. (ap)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or