Sempat Masuk Meja Polisi, Sakban vs Azhar Berdamai

Sempat Masuk Meja Polisi, Sakban vs Azhar Berdamai
Lombok Tengah SR-  Kasus penganiyaan yang melibatkan ketua Forum Kepala Desa (FKD), sekaligus Kepala Desa (Kades) Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), resmi dihentikan. Penghentian tersebut, mengingat Sakban selaku korban mencabut laporannya di kepolisian Polres Loteng, Senin (4/05).
“Tanpa dasar tekanan, hari ini saya Sakban selaku korban pemukulan Azhar kepala Desa Mekar Sari, mencabut laporan di polres,” katanya di hadapan sejumlah wartawan.
Pencabutan laporan pemukulan tersebut lanjutnya, itu berdasarkan hati nurani, tanpa ada paksaan. Selain itu, Kades Azhar adalah keluarganya lewat ibunya, sehingga tidak elok jika sesama keluarga harus menyelesaikan persoalan tersebut di kepolisian.
Selanjutnya masalah yang di persoalkan atau isi laporan tersebut, itu sebenarnya ada mis komunikasi dan saat itu juga, jam jamnya lapar. Sehingga ketika perut kosong, sering kali emosi memuncak dan itulah yang terjadi sama kades Mekar Sari dan pihaknya memakluminya.
“Kejadian itu saya umpamakan seperti diri saya sendiri, ketika perut kosong cepat terbawa emosi, makanya saya berfikir seperti itu yang dialami kades dan mencabut laporannya,” jelasnya.
Sementara itu Sekretaris Desa (Sekdes) Mekar Sari Halidi mengakui kalau Sakban tadi sudah mencabut laporannya. “Saya sendiri yang menemaninya mencabut laporannya,” katanya.
Atas kejadian tersebut, itu sebagai pembelajaran bagi diri dan Pemdes Mekar Sari. Artinya jika ada persoalan seperti yang sudah terjadi, akan diselesaikan di tingkat bawah atau keluarga, bukan di Polres.
“Adik Sakban sudah mengakui kesalahannya, dan insyaallah ini akan jadi pelajaran bagi saya dan Pemdes Mekar Sari, jika ada kejadian serupa akan diselesaikan di tingkat bawah,” ujarnya.
Terpisah, kasat Reskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono melalui WhatsAppnya membenarkan, kalau Korban atas nama Sakban berdamai dengan Azhar, sedangkan laporan penganiayaan tidak di cabut.  “Berdamai ia benar itu, tapi laporan penganiayaan belum dicabut,” katanya singkat. (ap)

Share this post