SUARA LOTENG 

Berlagak, Kasta NTB Gruduk Toko Matahari Paksa Patuhi Aturan

Lombok Tengah SR- Sebelumnya, Dinas Perhubungan Lombok Tengah (Loteng), melayangkan surat ke sejumlah pertokoan untuk mematuhi protap atau aturan parkir, termasuk Toko Matahari yang ada di pusat pertokoan Praya Loteng. Keluarnya surat peringatan tersebut yang dilayangkan Dinas Perhubungan ke Toko Matahari, berawal dari kritikan dari LSM Kasta NTB.

Menindaklanjuti surat tersebut, LSM Kasta NTB kembali mendatangi Dinas Perhubungan Loteng mempertanyakan kembali soal tindak lanjut surat peringatan yang pernah dilayangkan kepada pemilik toko di jalan Jenderal Sudirman Praya Loteng.

“Kedatangan kami bersama anggota ke Dishub, guna mempertanyakan tindak lanjut surat ke Toko Matahari, terkait trotoar yang dijadikan area parkir oleh pihak toko,” kata Presiden Kasta NTB Lalu Wink Haris, Kamis (30/04).

Padahal dalam surat tersebut, pihak toko diberikan tenggang waktu dua hari, untuk tidak lagi menjadikan trotoar sebagai area Parkir. Namun sampai batas waktu yang telah ditentukan, ternyata pihak toko tidak mengindahkan.

“Kami dari LSM Kasta NTB, memang di luar birokrasi, namun ketika birokrasi yang memiliki hak dan kewajiban melakukan penertiban dan tidak diindahkan. Siapa yang tidak marah dan kami sebagai LSM yang besar di Loteng, merasa terpanggil dan prihatin untuk meluruskan hal yang salah,” tegasnya.

Dikatakan, pemanfaatan trotoar dan badan jalan sebagai area parkir konsumen oleh banyak pengusaha di ruas jalan utama di Kota Praya tersebut jelas melanggar UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, UU no 38 tahun 2004 tentang jalan, PP nomor 34 tentang jalan dan perda Loteng nomor 10 tahun 2016 tentang pengelolaan parkir.

“Sikap kooperatif Pemkab Loteng terhadap pelanggaran aturan ini kontradiktif dengan sikap tegas mereka saat melakukan penertiban  terhadap pedagang kaki lima yang memanfaatkan trotoar untuk berjualan. Mereka langsung melakukan penertiban, sementara jika ini dilakukan oleh pengusaha dan pemodal besar malah seolah tidak tersentuh dan cenderung dibiarkan,” tudingnya.

Atas hal tersebut, LSM kastaNTB  tidak ingin diskriminasi penegakan aturan ini terus saja dibiarkan maka pihaknya meminta hari ini juga pemilik toko di jalan Jenderal Sudirman itu ditertibkan.

“Pedagang kaki lima sangat taat pada aturan, sedangkan beberapa toko besar di Kota Praya, malah tidak mau mengindahkan, dan inilah salah satu tujuan kami turun membongkar pemilik toko yang sok berlagak tidak taat aturan,” ungkapnya.

Ditambahkan Lalu Wink, ketika pemkab melalui OPD terkait tidak mampu melakukannya, maka pihaknya bersama anggota siap mengeksekusi pemilik toko yang tak taat aturan.

“Atas nama masyarakat Loteng, sebelumnya kita sudah meminta ke Dishub Loteng, yang saat itu melalui sekdisnya untuk menindak tegas pemilik toko yang tak taat aturan,” ulangnya.

Dan hari ini, setelah melakukan berkoordinasi dengan Satlantas Kepolisian Resort Praya, kemudian bersama sama mendatangi Toko Matahari dimana hasil kesepakatan dengan pemilik toko minta selama dua bulan ke depan, membuat area parkir yang refresentatif dan tidak lagi menggunakan trotoar sebagai area parkir.

Selain itu lanjutnya, apa yang ia lakukan ini, pihaknya berharap agar seluruh pengusaha yang berada di ruas utama jalan di Ibu Kota Praya ini taat aturan sehingga semua pihak tidak ada yang merasa dirugikan, bisnis mereka lancar dan masyarakat pengguna jalan juga nyaman.

Pantauan Suara Rinjani,  aksi penertiban yang dilakukan Kasta NTB mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dipimpin l Kanit Patroli Satlantas Polres Loteng IPDA Ketut Arnawa. (ap)

Related posts

%d blogger menyukai ini: