Merasa Difitnah, Ketua BPD Desa Beleka Resmi Lapor Polisi

Merasa Difitnah, Ketua BPD Desa Beleka Resmi Lapor Polisi
Lombok Tengah SR- Merasa difitnah dan nama baiknya diinjak-injak oleh oknum yang manfaatkan musibah hilangnya dana BUMDes Beleka Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), senilai Rp 130 juta.
Akhirnya Ketua BPD Desa Beleka H. Ijim Pratama (HIP), resmi melayangkan laporan ke polres Loteng. “Saya tidak tau persoalan, kok tiba tiba saya yang mereka tuding bermain dibalik hilangnya dana BUMDes. Padahal kepentingannya di BUMDes tidak ada dan saya selaku ketua BPD di Desa Beleka, bertugas hanya mengawasi malah difitnah,” katanya di kediamannya, Selasa (28/04)
Yang paling menyakitkan lanjutnya, oknum yang telah memanfaatkan kesempatan tersebut, malah menggiring masyarakat ke rumahnya sehingga mengakibatkan keluarga dan dirinya sock.
“Saya sudah tau siapa dalang dibalik musibah ini, dan malah videonya yang sudah tersebar di medsos juga sudah saya simpan dan sudah saya serahkan ke polisi,” ungkapnya.
Dalam video itu, semua apa yang ia ucapkan untuk memanas manasi masyarakat, sudah ia simpan. Sehingga pihaknya tidak heran, ketika masyarakat datang berbondong-bondong ke rumah, sebab mereka terhasut oleh perkataan oknum inisial AL. “Di medsos video itu memang sudah dihapus, namun untung saya sudah simpan terlebih dahulu dan itu sudah saya serahkan ke aparat,” ulangnya.
Dikatakan, biar persoalannya selesai, kenapa pihaknya pagi Senin itu, pihaknya tidak datang sesuai dengan jadwal undangan rapat, membahas dampak Covid- 19 di aula kantor desa Beleka Loteng.
Usai solat subuh pihaknya ke Selagek Terara Lombok Timur, dengan tujuan mengambil pesanan masker. Sepulang dari Selagek pihaknya sempat tidur istirahat, sekitar jam 9 kurang, pihaknya terbangun ada telpun dari pjs Kepala Desa, kalau ada rapat terkait dampak Covid- 19. Pihaknya langsung berkemas kemas, namun selang beberapa menit, pihaknya mendapat kabar, kalau di kantor desa sedang gaduh dan pihaknya di tuduh yang bermain dibalik hilangnya uang BUMDes tersebut.
“Melihat sikon yang tak mengijinkan, sejumlah pejabat dan keluarga menyarankan untuk tidak ke kantor desa dan saya putuskan diri diam di rumah,” tuturnya.
Selanjutnya persoalan dana yang hilang, saat itu pihaknya sedang berada di kantor desa, mendapatkan kabar dari direktur BUMDes kalau dirinya di rampok. Pihaknya bersama sejumlah stap, langsung ke Polres dan sampai saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Aparat Penegak Hukum (APH).
“Saya sendiri saat kejadian ada di kantor, dan saat mendapatkan kabar dari direktur BUMDes kalau dirinya di rampok, saya bersama staf langsung ke Polres, kok malah saya yang mereka tuduh sebagai biang kerok,” gerahnya.
Oleh karena itu, pihaknya sangat sayangkan oknum inisial AL menuduh dirinya tanpa dasar. “Kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian dan mereka yang menuduh saya tanpa ada bukti, siap untuk diproses,” ancamnya.
Selain melaporkan propokator dan pencemaran nama baik, pihaknya juga melaporkan dua orang yang telah melakukan pengerusakan pintu gerbang rumahnya.
“Ada dua laporan yang sudah saya buat, namun saya akan lapor satu persatu terlebih dahulu, kemarin saya sudah laporkan propokator dan pencemaran nama baik, selanjutnya laporan ke dua saya akan laporkan dua orang yang telah melakukan pengerusakan terhadap pintu gerbangnya,” paparnya.
Ditambahkan, sambil menunggu hasil APH, pihaknya akan mengumpulkan seluruh anggota BPD dan selanjutnya melakukan rapat dengan Pemdes Beleka, terkait kelanjutan langkah pencegahan pembasmian Covid-19, termasuk beberapa program lainnya. (ap)

Share this post