Diduga Hasil Setingan BPD, Kantor Desa Beleka Disegel Warga

Diduga Hasil Setingan BPD, Kantor Desa Beleka Disegel Warga
Terkait Dugaan Drama Perampokan Dana BUMDes Rp 130 Juta di Jalan
Lombok Tengah SR- Diduga hilangnya dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Beleka Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), hasil setingan Ketua BPD desa setempat, inisial HIP.
Lebihnya lagi, informasi yang diperoleh di lapangan, masyarakat menduga jika dana itu sengaja dihilangkan oleh oknum Ketua BPD setempat dengan memanfaatkan kepolosan pengurus BUMDes.  Sehingga hal tersebut membuat masyarakat Desa Beleka gerah, pada pagi harinya, langsung mendatangi kantor desa setempat dan melakukan penyegelan.
“Bagaimana kami bisa percaya kalau uang BUMDes yang baru pulang diambil di Bank BRI Praya, oleh Direktur BUMDes dan bendaharanya hilang disebabkan mereka dirampok. Sebab dari keterangan bendahara dan direktur masih tumpang tindih alias berbeda,” tutur salah seorang warga Beleka Sudir, saat dimintai keterangannya, Senin (27/04).
Dijelaskan, dana BUMDes sejumlah Rp 130 juta dihilangkan oleh Direktur BUMDes Hamzanwadi alias Ocet. Dalam pengakuan bersangkutan katanya, dana itu dirampok setelah melakukan penarikan di BRI Cabang Praya.  Namun ketika hendak pulang  menuju arah Praya Timur, dua orang tak dikenal membuntutinya dan mengambil paksa tas korban ketika sudah sampai di jalan raya depan kantor BPBD Loteng.
Selanjutnya, pengakuan bendahara BUMDes, Jois. Dimana Jois menceritakan jika dirinya dirampok saat hendak berhenti di kantor asuransi Bumi Putera Praya. “Mereka sama sama satu kendaraan pergi mengambil uang tersebut, namun ketika mereka ditanya kronologis hilangnya uang tersebut, malah keterangannya berbeda. Dan ini bikin kami bingung dan menduga ada Kong kali Kong diantara mereka, dan bisa saja bukan di rampok namun sengaja di hilangkan,” tanyanya.
Selanjutnya, salah seorang warga yang enggan dipublis namanya mengaku jika kedatangan masyarakat ini sebagai bentuk kekesalan masyarakat atas kinerja Pemdes dan BPD dalam mengelola keuangan desa. Terutama terkait pengelolaan keuangan BUMDes. Sehingga ketika ada informasi dana BUMDes hilang, masyarakat merasa curiga ada permainan.
Terlebih, dari pengakuan salah satu pengurus BUMDes bahwa dana Rp 130 juta itu ada dan diamankan oleh oknum HIP alias tidak hilang seperti laporan yang telah dilayangkan ke Polres Loteng, Rabu lalu. “Ini yang membuat masyarakat geram dan menyegal kantor desa dan mendatangkan rumah ketua BPD tadi,” katanya
Sementara salah satu perangkat desa yang tidak mau dipubliskan namanya juga menerangkan bahwa, Pemdes tidak kuasa membendung kekecewaan masyarakat. Sehingga ketika masyarakat berdatangan dan kantor desa disegel, tidak bisa berbuat banyak. Adapun tuntutan masyarakat secara umum lanjut sumber koran ini, terkait dana BUMDes yang hilang baik dengan sengaja maupun tidak, harus segera dikembalikan.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar Pemdes dan pengurus BUMDes menyampaikan perkembangan keuangan perusahaan desa ini sejak mulai dibentuk pada 2017 lalu hingga sekarang. Intinya, masyarakat ingin tahu berapa jumlah modal usahanya dan berapa keuntungannya selama mengelola dana itu.
“Mau hilang maupun sengaja dihilangkan, masyarakat menuntut agar dana Rp 130 juta itu diganti karena itu uang negara,” jelasnya. “Direktur BUMDes juga sempat cerita kalau uang itu sebenarnya tidak hilang, namun di amankan oleh ketua BPD HIP,” sambung sumber tadi.
Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Kades Beleka, Lalu Ramdan menjelaskan bahwa terhadap kehilangan dana BUMDes itu sudah pihaknya sikapi. Beberapa hari lalu dirinya telah memanggil pengurus untuk dimintai keterangan seputar kronologi kehilangannya. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan jika masyarakat meminta agar diganti. Permintaan masyarakat tersebut juga sama dengan saran yang disampaikan Inspektorat ketika ia berkonsultasi dimana dana itu harus diganti. “Sudah kita sampaikan itu agar diganti,” akunya.
Lalu Ramdan juga menambahkan, hari ini seyogyanya pihaknya mau melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) dengan semua kepala dusun dan pimpinan lembaga terkait data penerina Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan program pencegahan Covid-19. Hanya saja, karena masyarakat terus berdatangan, Rakor tersebut urung dilaksanakan.
Terhadap persoalan ini, ia pun menyangkan isu yang berkembang di tengah masyarakat jika dana yang dihilangkan menurut mereka itu yakni dana BLT. Sehingga memicu kemarahan masyarakat. Padahal, dana untuk penyaluran BLT itu tidak pernah keluar dan belum dibahas terkait pelaksanaan APBDes Perubahannya.
Oleh karena itu, agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan untuk menjaga Kamtibmas, masyarakat hendaknya menahan emosi dan menghindari main hakim sendiri. Sebab, kasus kehilangan dana Rp 130 juta itu telah ditangani oleh pihak berwajib. Artinya, biarkan aparat penegak hukum (APH) yang menindaklanjuti dan membuktikan jika dana itu murni hilang atau sengaja dihilangkan. “Kalau prinsip saya, kan ada APH yang mengusutnya. Biar mereka yang membuktikan jika dana itu benar-benar hilang atau sengaja dihilangkan,” tegasnya.
Ditanya masalah penyegalan kantor, Lalu Ramdan menilai itu sah sah saja, sebab saat ini masyarakat sedang marah atas kejadian tersebut. “Saya tidak menyalahkan siapapun dalam penyegelan ini, tapi di sisi lain persoalan hilangnya uang BUMDes saya berharap segera diselesaikan sehingga masyarakat bisa menerima dan aktifitas kantor mulai beroperasi sebagai mana biasanya,” harapnya.
Dikonfirmasi terpisah via Whatshaaps Aplication (WA), oknum Ketua BPD inisial HIP tidak mau berkomentar banyak. Ketika diminta tanggapannya terkait dugaan masyarakat terhadap dirinya hingga berbuntut pada berbondong-bondongnya masyarakat datang ke rumahnya itu, ia mengaku sedang berada di Polres Loteng. “Bentar dinda, saya masih melapor di Polres. Saya laporkan orang-orang ini dek,” jawab HIP via WA pribadinya.
“Saya langsung lapor yang merusak gerbang rumah saya dek ke Polres. Teman-teman BPD yang lain di Polsek itu,” spungkasnya. (ap)

Share this post

One thought on “Diduga Hasil Setingan BPD, Kantor Desa Beleka Disegel Warga