Perangkat Desa Berjubel, Kadis Sosial Kesal, Lalu Salah Siapa?

Perangkat Desa Berjubel, Kadis Sosial Kesal, Lalu Salah Siapa?

Lombok Timur  SR – Seakan tidak ada pandemi Korona yang mengerikan yang tengah menimpa daerah Lombok Timur, buktinya bergerombolannya perangkat desa yang mengantar hasil pendataan warga yang akan mendapat bansos di masing-masing desa memenuhi ruang lobi Kantor Dinas Sosial di Lantai IV Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (27/04). Kondisi ini tentu tidak berlaku lagi yang namanya protokol Covid-19. Ini aneh dan siapa yang menyebabkan kerumuman massa di kantor Bupati tersebut?

Kepala Dinas (Kadis) Sosial Lombok Timur, H. Ahmat, A, S. Kep., MM, menyesalkan kejadian seperti ini (berjubel perangkat desa  red.) yang mengantar berkas penerima bansos di kantornya. Ia juga menuding, keadaan ini akibat lambatnya aparat desa menyerahkan data penerima bantuan sosial (Bansos) dampak Covid-19.

“Kami sudah berikan waktu tiga hari. Mulai dari hari Sabtu, Minggu, kami sudah mengimbau, tapi baru 24 desa yang sudah menyerahkan. Bahkan hari pertama tidak ada sama sekali. Seharusnya data itu terkumpul hari ini, tapi hingga siang ini belum masuk,”sesalnya.

Lanjutnya, agar tidak terjadi kerumunan, para perangkat desa diminta untuk mengatur jarak (physycal distancing). “Kami sudah mengimbau agar sesuai dengan alur, tujuh orang masuk, ambil datanya. Sekarang semua mau jadi didepan,” tandasnya.

Ahmat juga mengancam aparat desa yang tidak menggunakan masker tidak diizinkan menyerahkan data dan disuruh kembali agar tidak terjadi kerumunan yang bisa menimbulkan masalah baru.

“Tadi saya lihat ada yang tidak menggunakan masker. Suruh kembali saja! Jangan sampai kita mau menyelesaikan masalah, malah timbul masalah baru,” tegasnya.

Dari data yang dihimpun media ini, total ada 254 desa di Kabupaten Lombok Timur yang harus menyerahkan data hingga batas waktu hari ini. Akan tetapi tidak patuhnya perangkat desa dan kurangnya imbauan dari pihak Dinas Sosial membuat data yang seharusnya masuk hari ini molor.

“Mungkin ini juga kelalaian dari pihak kami sehingga terjadi seperti ini,” pungkas Kadis asal Sakra Barat ini.

Terpisah, Abdi salah seorang perangkat desa tidak mengetahui pasti alasan mengapa terjadi penumpukan perangkat desa. “Saya kurang tahu masalahnya, kenapa terjadi keterlambatan seperti ini,” ujarnya. (sop)

Advertisements

Share this post

2 thoughts on “Perangkat Desa Berjubel, Kadis Sosial Kesal, Lalu Salah Siapa?

  1. Jangan salahkan perangkat desa。 kita juga bertanya2 kenapa zaman dah canggih begini, Disos tidak mau kita kirim data via wa saja. Kita juga takut kena corona.
    Bolak balik ke selong tiap hari antar data.
    Masih mending kita yg masih di sekitaran wilayah selong. Coba kita fikirkan saodara2 kita yg dari sembalun, harus pulang pergi ke selong, gak habis fikir saya.

    Reply

Post Comment

Or