SUARA SUMBAWA 

Manager Hotel dan Pemdes Tiga Desa, Sepakat Menolak Eks Gowa

Juprihatin: Mohon jangan Biarkan Kami Mengulangi Tragedi 2001
Lombok Tengah SR-  Manager Hotel Illira lite hotel Praya, yang berlokasi di Dusun Kangi Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) , bersama Pemerintah Desa (Pemdes) tiga Desa. Masing masing desa Penujak Kecamatan Praya Barat Loteng dan Desa Tanak Awu dan Desa Ketare Kecamatan Pujut Loteng sepakat, menolak karantina Eks Gowa Sulawesi Selatan di Illira Lite Hotel Praya Loteng.

Popolare come il realefarmacia24.com si tratta anche in varie versioni generiche come Viagra e potenziamento mentre quello femminile sì e disponibile con più di 10.000 prodotti di farmacia. Il medico è lì per aiutare a risolvere eventuali problemi di salute che avete. Sulla capacità di rilassamento della muscolatura o pertanto, il desiderio di avere i figli non dovrebbe influenzare la vostra intenzione di ordinare il Vardenafil masticabile.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh kepala Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Loteng, Lalu Soeharto. “Tadi kami bersama pihak Manager Illira lite hotel Praya Loteng, melakukan rapat tertutup dan menghasilkan keputusan, kalau eks Gowa Sulawesi Selatan yang di karantina di illira lite hotel Praya, sepakat untuk di tolak,” katanya, Rabu (22/04).
Penolakan tersebut lanjutnya, sesuai surat yang diterima langsung oleh pihak Illira lite hotel Praya Loteng dari pemkab Loteng. Kalau penempatan illira lite hotel, khusus Tiem medis, namun nyatanya pada Selasa (20/04) dini hari, malah yang dikirim bukan Tiem medis, namun eks Gowa Sulawesi Selatan sebanyak 70 orang lebih.
“Pengakuan dari pihak Illira lite hotel, saat kami rapat tadi, kan khusus medis saja yang akan ditampung. Namun kok malah pada tengah malam, malah yang dikirim Eks Gowa Sulawesi Selatan, kan ini sama artinya dengan pemkab melakukan pembohongan,” tegasnya.
Terhadap hal itu, pihaknya selaku kepala desa meminta agar pemkab segera menarik eks Gowa Sulawesi Selatan di Illira lite hotel. Sebab masyarakat, khususnya di Desa Penujak sudah mulai resah. Apalagi masyarakat melaporkan, tadi pagi pas mau ke sawah, mereka para eks Gowa Sulawesi, keluar dan jalan jalan dan itu sangat mengkhawatirkan.
“Mohon pemkab meninjau ulang keputusannya, lebihnya lagi mereka yang ditampung di Illira lite hotel, pagi pagi mereka keluar dan jalan jalan dan itu sangat meresahkan masyarakat. Apalagi mereka yang di tampung ini, bisa dikatakan positif dan ini sangat menakutkan,” pintanya.
Peninjauan ulang tersebut kata Soeharto, pihaknya bersama tiga kepala desa telah sepakat sampai pukul 07 malam ini. “Kami sudah minta kepada Pemkab untuk menarik eks Gowa Sulawesi dari Illira lite hotel, dan kami berikan tenggang waktu sampai pukul 07 malam ini, jika masih ada lihat besok pagi apa yang akan terjadi,” ancamnya

Hal senada juga dikatakan kepala Desa Katere Kecamatan Pujut Loteng Lalu Buntaran mengaku, kendati tempat penampungan eks Gowa Sulawesi Selatan ada di wilayah desa Penujak, namun rasa takut itu selalu ada. Lebihnya lagi warganya sering lalu lalang ke Desa Penujak melalui jalur penampungan.
“Tempat penampungan memang tidak di desa kami, namun warganya banyak yang memiliki sawah dan keluarga di wilayah Penujak. Dan itu juga sangat mengkhawatirkan, Jangan jangan nanti ada yang terjangkit,” katanya.
Selain itu, Desa Penujak, Desa Tanak Awu dan Desa Ketare adalah Desa yang tidak bisa dipisahkan dan pihaknya mengibaratkan, satu keluarga. Jika satu yang disakiti, maka akan terasa ke pada yang lain, oleh karena itu pihaknya menyarankan kepada Pemkab Loteng untuk meninjau ulang keputusannya.
“Kades Penujak sendiri sudah berstatmen siap mengundurkan diri jika pemkab masih ngotot mau mempertahankan eks Gowa dikarantina di illira lite hotel, dan kami dari tiga desa juga siap untuk mengundurkan diri, demi membela masyarakat, jika pemkab tidak menarik eks Gowa dari illira lite hotel,” tegasnya.
Sementara itu, AQ Caca warga Dusun Kangi Desa Penujak dengan tegas meminta agar Pemda Loteng segera memindahkan Eks gowa dari Illira lite hotel, sebab pihaknya warga Kangi tempat hotel ini, sudah resah. Apalagi eks Gowa ini sudah mulai berkeliaran di luar karantina. “Kami warga Kangi yang paling dekat dengan lokasi karantina sudah mulai resah, apalagi eks Gowa ini sudah mulai berkeliaran di luar illira lite hotel,” katanya.
Sementara itu pentolan LSM Loteng asal Desa Penujak Juprihatin mengaku, pihaknya tidak berani bertanggung jawab, jika masyarakat Penujak melakukan hal hal yang tak diinginkan. “Mohon pemkab Loteng, jangan biarkan kami ingat kejadian tahun 2001, yang telah melakukan pengerusakan terhadap Polsek Praya Barat,” ancamnya.
Sebab apa yang telah ditunjukkan pemkab Loteng, sebuah kesalahan patal dan sebuah kebohongan besar. Mulai dari surat ke Illira lite hotel, tidak sesuai dengan isi surat hingga ke pihak desa, surat pemberitahuan pun tidak pernah ada.  “Yang sudah terjadi mohon jadi pembelajaran, sebab kami tidak mau kemarahan masyarakat Penujak berimbas pada hal hal yang tak kita inginkan,” pintanya. (ap)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: