Tidak Pulang, Santri Luar Daerah dapat Sembako dari Relawan NW Peduli

Tidak Pulang, Santri Luar Daerah dapat Sembako dari Relawan NW Peduli

Lombok Timur SR – Relawan Nahdlatul Wathan Peduli secara kontinyu menyalurkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19. Kini giliran santri yang nyantri di Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani yang berasal dari luar daerah dan luar negeri  yang kebetulan tidak pulang kampung mendapat bantuan berupa paket sembako.

Ketua Relawan NW Peduli, Adi Kusmawan mengatakan pembagian sembako bagi santri  yang berasal dari luar derah itu dilakukan sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap santri dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu, sekaligus untuk meringankan beban ekonomi santri yang dari luar daerah khususnya luar Lombok yang tidak pulang kampung.

“Santri yang nggak pulang itu kan banyak, baik yang di asrama maupun yang di kos-kosan, karena kebijakan sosial distance mereka kesulitan akses ke pasar, persediaan mereka menipis. Kami mencoba berbagi sedikit untuk membantu mereka” kata Adi Kusmawan, Sabtu (18/04).

Adapun sembako yang dibagikan kepada para santri luar daerah berupa beras, mie instan, minyak goreng, dan telor. Para santri dan mahasiswa yang ingin mengambil sembako tersebut dapat menghubungi posko Relawan NW Peduli.

Sementara itu, Sekretaris PW NW NTB Dr. Hassan Zaini, M.Kom.I. mengungkapkan, pihak organisasi NW juga memantau para santri dan mahasiswa yang tinggal di tempat kos, kontrakan, dan asrama untuk memastikan tetap tercukupi kebutuhan pangannya. Selain itu, ia ikut mengimbau para santri dan mahasiswa dari luar daerah agar tidak pulang kampung untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19.

“Para Santri dan mahasiswa yang memilih tetap tinggal di seputaran ponpes adalah rata-rata santri luar daerah yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, Jawa Timur, Bali, NTT dan Pulau Sumbawa, bahkan sekitar 5 orang santri berasal dari luar negeri

Ia turut menyampaikan rasa empati pada para santri dan mahasiswa yang tidak pulang, dengan berbagai pertimbangan, selain jauhnya kampung halaman, pembelajaran secara daring yang diterapkan saat ini juga membutuhkan internet yang cepat dan terkadang sulit didapat di daerah mereka.

“Pertimbangannya macam-macam ya tidak pulang itu, jauh, belajar online juga butuh internet yang cepat, sehingga kami menghargai yang tidak pulang, tetapi tetap menjaga diri dan tetap belajar,” ujarnya

Salah seorang santri asal Sulawesi Barat, Pakhru usai menerima paket sembako menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PBNW dan Relawan NW Peduli yang telah memberikan bantuan sembako.

“Alhamdulillah dan terima kasih Syaikhuna Ketua umum PBNW. Terima kasih kakak-kakak dari Relawan NW Peduli, saya memilih tidak pulang kampung untuk lebih fokus menghafal di asrama, saya juga tidak mau dikarantina disana, kan aturan setiap daerah hampir sama setiap yang datang dari luar daerah pasti di isolasi 14 hari,” ucapnya. (vin)

Share this post