SUARA LOTIM 

Selesai Masa Isolasi, 29 Santri Dipulangkan

Lombok Timur SR- Setelah selesai menjalani masa isolasi di Rusunama Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, 29 orang Santri Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (16/04) dipulangkan setelah dilakukan rapid test ke-dua dengan hasil non reaktif.

Para Santri ini kembali ke rumah masing-masing diakomodir oleh pihak kecamatan masing-masing. 29 orang santri ini berasal dari kecamatan Wanasaba (6 orang), Aikmel (5 orang),  Sakra Barat, Keruak, Jerowaru, Suralaga, Terara dan Sembalun (masing-masing 2 orang), serta Pringgabaya,  Selong, Labuhan Haji, Masbagik, Pringgasela dan Montong Gading (masing-masing 1 orang).

Sejak merebaknya Covid-19 di Lombok Timur, 35 orang ditampung di Rusunawa yang ditanggung seluruh kebutuhannya oleh Pemda Lotim. Artinya, masih terdapat 6 orang warga berstatus ODP di Rusunawa, setelah 29 dipulangkan. Sementara yang melakukan karantina mandiri mendapat bantuan Rp. 200.000 selama masa karantina 14 hari, atau sesuai dengan masa inkubasi Covid-19.

Bupati Lombok Timur yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur Mugni SN, selain menyampaikan terimakasih atas kinerja semua pihak yang terlibat selama karantina, berharap agar para santri menjadi duta penyebarluasan informasi dan upaya pencegahan Covid-19.

“Para santri ini diminta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dipraktekkan dalam dua pekan terakhir di Rusunawa,” tegasnya.

Langkah tersebut kata Mugni, merupakan ikhtiar yang tidak hanya bermanfaat saat pandemi Covid-19 ini tetapi juga menangkal penyakit lainnya.

“Kepada Dinas Kesehatan diharapkan agar pasca pemulangan ini kondisi kesehatan 29 orang santri tersebut dapat terus dipantau,” pintanya.

Sementara itu perwakilan para santri, Farid Fahmi yang berasal dari Kecamatan Montong Gading menyampaikan terimakasih atas perhatian dan pelayanan yang diberikan pemerintah dan seluruh petugas yang terlibat selama ini. Ia mengaku awalnya kurang setuju menjalani karantina. Akan tetapi setelah dijalani ternyata tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya.

“Apalagi fasilitas yang tersedia di Rusunawa sangat lengkap, seperti tersedianya televisi dan internet. Demikian pula dengan asupan makanan yang disediakan dengan gizi seimbang. Pemerintah ke depan juga memberi perhatian atas pendidikan mereka,”tandasnya.

Kabupaten Lombok Timur menyediakan lokasi khusus untuk karantina bagi orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19, di samping masyarakat yang melakukan karantina secara mandiri. Rusunawa yang ada di Labuhan Lombok menjadi pilihan karena memiliki daya tampung yang cukup besar. (red)

Related posts