Kategori: HUKRIM

Cegah Peredaran Narkoba, Polres Loteng Buka Call Center

Lombok Tengah, SR – Polres Lombok Tengah (Loteng) meminta kepada seluruh lapisan warga masyarakat agar dapat turut berperan aktif memberikan informasi dalam upaya melakukan pemberantasan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Lombok Tengah (Kab. Loteng). Untuk mempermudah dan cepat masyarakat dalam memberikan informasi, Sat Res Narkoba Polres Loteng membuka call center yang telah dibuat dalam bentuk himbauan yang sudah di post di media sosial (medsos). (lebih…)

Dinilai Tidak Patuh Hukum, Panitia Pelantikan Dipolisikan

Mataram SR – Tim Kerja 20 Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) kini kantongi surat laporan penggunaan lambang dan logo Nahdlatul Wathan yang digunakan saat pelantikan pengurus NW di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur pada pekan lalu.

Laporan polisi dilayangkan untuk Ketua Panitia Kegiatan yang diterima langsung oleh Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol. I Putu Ekawana Putra, dengan nomor laporan TBLP/84/II/2021/Ditreskrimsus tertanggal 5 Februari 2021 atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan identitas organisasi NW (lebih…)

Pelaku Pembunuhan Sadis di Batukliang Ditangkap

Lombok Tengah, SR – Jajaran Satreskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil menangkap dua pembunuhan dengan cara menggorok leher Awan Hamzah (30) warga Dusun Batu Lumbung, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Loteng yang ditemukan meninggal, Rabu (03/02).

Kapolres Loteng, AKBP. Esty Setyo Nugroho, SIK, mengatakan, dalam pembunuhan ini melibatkan dua orang tersangka yaitu IB (20) laki-laki warga Desa Aik Mual Kecamatan Praya dan FA Alias ​​Ceper (17) warga Dusun Kebon Belek, Desa Jago Kecamatan Praya, Loteng.

“Untuk kejadian dikamar korban, pada Selasa (02/02/21) sekira pukul 23.30 wita,” kata Kapolres, saat permintaan pers. Kamis (04/02). (lebih…)

Sempat Teriak Panggil Massa, Pengedar Sabu Asal Bilelando Tetap Ditangkap

Lombok Tengah, SR – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah membekuk seorang pengedar narkoba di Kecamatan Praya Timur, karena diduga sebagai pengedar sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Lombok Tengah Iptu Hizkia Siagian mengungkapkan tersangka inisial M (31) ditangkap dengan barang bukti 4,65 gram narkotika jenis sabu.

“Tersangka ditangkap pada hari Selasa (02/02), sekitar pukul 14.35 wita di rumah adat, di Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah,” kata Hizkia. (lebih…)

Polres Loteng Berhasil Bongkar Sindikat Pupuk Bersubsidi 
Lombok Tengah, SR – Unit Tindak pidana tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Lombok Tengah berhasil mengamankan sekitar 4 ton pupuk bersubsidi, di Jalan Raya Montong Gamang, Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (14/01).
Adanya kejadian itu dibenarkan langsung dari tempat kerjanya, Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, S.I.K melalui Kasat Reskrim , AKP I Putu Agus Indra Permana, Rabu (20/01), dengan menerangkan bahwa, pupuk bersubsidi tersebut diamankan karena diduga disalah gunakan penyalurannya, yakni dijual diluar ketentuan yang berlaku oleh oknum pengecer kepada kelompok tani lain diluar wilayah Janapria.
“Pupuk bersubsidi itu diamankan sekitar 57 karung atau setara dengan 4 ton,” kata Agus.
Dijelaskan, pupuk bersubsidi ini terdiri dari dua jenis diantaranya pupuk NPK PHONSKA dan pupuk ZA. Pupuk tersebut berstatus subsidi pemerintah yang diperuntukkan kepada kalangan petani.
“Namun dalam penyalurannya pupuk bersubsidi ini justru disalahgunakan, pupuk dijual oleh oknum pengecer kepada kelompok tani diluar wilayahnya,” jelas Kasat Reskrim.
Dalam kasus ini, lanjut Agus, kini Polres Loteng baru menetapkan satu orang oknum pengecer Hj. NA (50) sebagai tersangka, warga Desa Janapria, Kecamatan Janapria. Hj. NA ditetapkan sebagai tersangka selaku penjual pupuk bersubsidi.
“Barang bukti pupuk sudah kita amankan di Mako Polres Lombok tengah, berikut dua kendaraan roda empat (R4) yang digunakan untuk mengangkut pupuk yakni, Mobil R4 Daihatsu Grand Max jenis Pickup DR 8242 SE dan Mitsubishi L300 Pickup DR 8225 VH,” pungkas Agus.
Untuk tersangka akan dikenakan pasal 6 ayat (1) huruf b UU R.I No. 7 tahun 1955 ttg TP Ekonomi Jo pasal 30 ayat (2) dan ayat (3) Permendag R.I No. 15/M/DAG/PER/4/2013 ttg Pengadaan dan Penyalurn Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian dengan hukuman maksimal 2 tahun penjara.(ang)

Diduga Selingkuh, Pria Ini Nyaris Dihakimi Massa

 

Lombok Tengah, SR – Seorang Pria S (29) warga Dusun Sepit Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah diamankan Polisi karena nyaris dihakimi massa, Minggu (10/1/21).

Lentaran nyaris dihakimi massa diduga selingkuh dengan seorang perempuan yang sudah mempunyai suami. Perempuan itu yakni D (21) warga Dusun Sinah, Desa Pengembur Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP I Putu Agus Indra mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari suami D yang belum lama ini baru pulang dari Malaysia, dan menemukan bukti rekaman rekaman mesra catatan suara antara D dengan S.

“Hubungan terlarang mereka terbongkar setelah suami D menemukan rekaman percakapan Voice Note whatsapp antara D dengan S,” kata Agus, Senin (11/01).

Hal itu memicu amarah suami D dan keluarganya. Rumah beserta mobil Dump Truck milik S, sempat menjadi pelampiasan kemarahan suami D dengan keluarganya. Tidak berhenti disitu, S juga sempat dicari dan akan diamuk massa, beruntung personel Polsek Pujut di Back Up personel Polres Lombok Tengah dengan sigap langsung mengevakuasi S ke Mapolres Lombok Tengah.

“S berhasil diamankan oleh personel menuju Polres, namun Rumah dan Dump Truk miliknya sempat jadi sasaran amarah keluarga suaminya D,” terang Kasat Reskrim.

Lanjut Agus, dari keluarga masing-masing pihak meminta bahwa permasalahan perselingkuhan tersebut agar diselesaikan melalui hukum adat yang berlaku di Desa Pengembur. Tentunya dengan melibatkan masing-masing keluarga beserta para tokoh masyarakat setempat, mengingat dari kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga.

“Permasalahan itu langsung diselesaikan secara hukum adat atau awik-awik Desa,” pungkasnya.

Alhasil, untuk kedua pelaku perselingkuhan dikenakan denda adat berupa uang sebesar 5 Juta rupiah beserta sanksi sosial, bahwa yang bersangkutan harus dikeluarkan dari Desa Pengembur seumur hidup.

“Dari hasil musyawarah adat, disepakati bahwa yang bersangkutan sudah dikenakan denda adat dan sanksi sosial sesuai aturan hukum adat yang berlaku di Desa Pengembur,” ungkap Kasat Reskrim.(ang)

Oknum ASN Tertangkap Bawa Narkotika Jenis Ekstasi

 

Mataram, SR .– Sebagai PNS dan abdi negara harusnya menjadi contoh yang harus ditiru. Tapi tidak dengan oknum PNS di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Barat berinisial INA (46 tahun), warga Kelurahan Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

(lebih…)

Pemuda NW: Perusakan Nama Plang Bandara adalah Perbuatan Kriminal dan Harus Diproses

 

Lombok Tengah SR – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Nahdlatul Wathan Kabupaten Lombok Tengah, Muzakkir Walad, M.Ag, mengecam perusakan nama plang Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, oleh sekelompok orang dihadapan aparat pada Kamis malam (31/12/2020).
“Apa yang dilakukan kelompok tersebut sangat keterlaluan. Itu adalah fasilitas umum yang dirusak. Aparat yang ada juga tidak mencoba melarang perusakan tersebut,” katanya, melalui sambungan celulernya, Jumat (01/01)
Muzakkir, juga meminta aparat harus tindak pelaku peruskan tersebut. Jangan biarkan masyarakat  berbenturan.
“Kami juga sangat sayangkan aparat diam saja melihat perusakan tersebut. Untuk itu, kami minta kepada Kapolda NTB mencopot Kapolres Loteng, karena melakukan pembiaran atas perusakan fasilitas negara itu,” pintanya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda NW Lombok Timur, Abdul Qadir Jaelani. Menurutnya, perbuatan (perusakan nama plang bandara) itu sudah keterlaluan dan tidak elok untuk dipertontonkan.
“Ini sudah keterlaluan perbuatan mereka. Aparat tidak boleh diam. Negara harus hadir. Harus cepat mengambil tindakan terukur,” tandasnya.
Jaelani, juga meminta Kapolda bertindak tegas juga atas kinerja Kapolres Lombok Tengah yang terkesan membiarkan perusakan itu terjadi. Padahal itu sudah jelas perbuatan anarkis dan kriminal.
“Ini jelas terlihat di vedio yang menyebar luas di medsos saat terjadinya perusakan itu. Copot saja Kapolres Lombok Tengah kalau tidak mampu mengamankan daerah kerjanya,” pungkasnya. (Sr)

Ratusan Kotak Obat Diduga Tanpa Izin Berhasil Disita

 

Lombok Tengah, SR – Satnarkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) melakukan penggerebekan disebuah kamar hotel “M” kamar 203 Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (30/12/2020) sekitar pukul 23.45 wita.

Dari penggerebekan tersebut, diamankan salah seorang pria berinisial BA 28 tahun warga Jalan Letjen Supraptono No. 63 Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur yang tinggal sementara di Dusun Kuta I Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kuat dugaan jika pria membawa obat- obatan tanpa izin, hal ini dibuktikan bahwa obat – obatan yang diamankan sebanyak 239,5 kotak, 43 Papan, 3,5 bungkus, 196 buah, 26 botol dan 6 pcs.

Kasatnarkoba Polres Lombok Tengah, Iptu Hizkia Siagian, ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya bersama anggota berhasil mengamankan barang bukti obat – obatan, terkait dugaan tindak pidana setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu atau mengadakan dan menyimpan dan atau tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian.

“Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 dan atau Pasal 198 Undang – Undang No. 36 tahun 2009, tentang Kesehatan,” ungkap Iptu Hizkia Siagian, Jumat (01/01/2021)

Pihaknya menegaskan barang bukti yang diamankan berupa obat – obatan yang telah kadaluarsa seperti Bioplacenton 6 kotak, Lespain 6 kotak, Ketoconazole 200 mg 1 kotak, Dexahorsen Dexametasone 0,5 mg 1 kotak, Sanmol 1 kotak, Ketorolac Trometamol 30 mg 1 kotak, Panadol 1 kotak, Livron B. Plex 1 kotak, Lanzogra Lansoprazde 1 kotak, Simvastatin 20 mg 1 kotak, Amoxsicillin Trihydrate 1 kotak, Imodia Loperamide HCL 1 kotak, Metformin 500 mg 1 kotak Miraclin 1 kotak.

Diamankan juga Prednisone Teva 25 mg 1 kotak, Bacsado 100 mg 100 mg 1 kotak, Plasmodin Sulfa Doxine Pyrimethamin 1 kotak, Mefanamic Acid 500 mg 1 kotak, Gacela Ranitidine HCL 1 kotak, Bimaflox 500 : 1 kotak, Brufen 600 mg 1 kotak, Bromifar Bromhexine HCL 1 kotak, Benodex 1 kotak, Salbutamol 1 kotak, Carbidu 0,5 Dexamethasone 1 kotak, Scopma Plus Hyoscine Butylbromide Paracetamol 1 kotak, Farsifen Ibuprofeb 1 kotak, Carbidu 0,75 Dexamethasone 1 kotak, Mefinal 500 1 kotak, Chloramex Chloramphenicol 500 mg 1 kotak.

“Ada juga Spasminal Methampyron 1 kotak, Bioplacenton 1 kotak, Grasolon Methylprednisolone 1 kotak, Meloxicam 7,5 mg 2 kotak, Inflason Prednisone 1 kotak, Histigo Betahistine Mesilate 1 kotak, Teosal Salbutamol 1 kotak, Hufamag Plus 1 kotak, Lexomet 4 sebanyak 1 kotak, Humatin 1 kotak,”tegasnya.

Selain itu, Prednisone Teva 1 kotak, Azitromicina 2 kotak, Hypapix 1 kotak, Miradin 1 kotak, Hufagripp Forte 1 kotak, Solale Angin 1 kotak, Cekeord 2 kotak, Mersibion 1 kotak, Texa F 1 kotak, Licofel 1 kotak, Cefixime 3 kotak, Lifron B Flek 2 kotak, Humafin 2 kotak, Humatin 1 kotak, Amoxcilline Acido Cladulanico 2 kotak, Livron B Flek : 1,5 bungkus, Sagestam 7 kotak, Bioplacenton5 kotak, Zensoderm 6 kotak, Vitamin Cipi 2 kotak, Vitamin B Complex IPI 3 kotak, Repass 1 kotak.

“Kita juga mengamankan Otopain 1 kotak, Azitromicino Teva 1 kotak, Dexaharsen 0,75 mg 1 kotak, Lostacef 3 kotak, Erlamycetin Plus 5 botol, Etarizing 2 kotak, Sucralfate 2 kotak, Dexamethasone Sodium Phosphate 1 kotak, Norages 1 kotak, Humatin 250 mg 1 kotak, Brufen 600 mg 1 kotak, Alletrol Compositum 1 botol, Lespain Cream 1 kotak, Mucos 1 kotak, Letford 1 kotak,”jelasnya.

Selain mengamankan obat- obatan yang sudah kadaluarsa, petugas juga menyita obat – obatan yang belum kadaluarsa seperti Coparcetin 3 botol, Betadine besar 2 botol, Betadine kecil 4 pcs, Itramol Paracetamol 6 botol, Sanmol 4 botol, Novaxifew 4 botol, Forumen 3 kotak, Primpen 3 kotak, Mirasic Sirup 3 kotak, Siladef 5 kotak, Panadol 10 papan (5 plastik,red), Handsaplas 4 rol, Norit 2 kotak, Hufabethamin 2 kotak, Synalten 5 kotak, Farmoten 1 kotak.

“Ada juga Lerzin 1 kotak, Postinor 2 kotak, Ondansetron Hcl 1 kotak, Solpenox 6 kotak, Anstan Forte1 kotak, Osede Diphenhydramine 15 papan, Acifar 3 kotak, Samquinor 2 papan, Cefadroxil 1 kotak, Kasa Hidrophile 5 kotak, Mexon 1 kotak, Melazol 1 kotak, Disposable Needle1 kotak, Herocyn 1 kotak dan Ultrafik 2 kotak,”jelasnya.

Lebih jauh disampaikan barang bukti lainnya Cefataxime 4 kotak, Buscopan 1 kotak, Ceexane 8 kotak, Onemed 2 bungkus, Infus 7 botol, Health Supports 4 kotak, Paracetamol 10 papan, Samquinor 3 papan, Miconazole Nitrate 6 pcs, Jarum Suntik 85 buah, Microlax 5 buah, Disposable Infusionset 4 buah, Braided Silk 8 buah, Jarum Pink 5 buah, Remedi 2 papan, Clexane 1 kotak dan Gradilex 2 ada 1 kotak.

“Disita juga Caviplex 2 kotak, Renadinac 1 kotak, Salbutamol 1 kotak, Andalan Suntikan KB 1 kotak, Ventolin Nebules 1 kotak, Ranitidine Hcl Injeksi 1 kotak, Ranitidine Hcl 1 kotak, Rohto 1 kotak, Glenalen Loratadine 1 kotak, Teosal 1 kotak, Bimacyl 1 kotak, Buscopan 2 kotak, Hufagesic 1 kotak dan Grafalin 1 kotak,”rincinya.

Ada juga Orphen 1 kotak, Hypafik 1 kotak, Condo Xitrol 3 papan, Poxycycycline Hyclate 1 kotak, Virpes 1 kotak, Demacolin 1 kotak, Norpid 1 kotak, Lanadexon 1 kotak, Wiros Piroxicam 1 kotak, Glibenclamide 1 kotak, Tachipirina 1 kotak, Captopril 1 kotak, Gravask 1 kotak, Prednisone teva 1 kotak, Panadol 1 kotak, Clexane 1 kotak, Prostanac 1 kotak, Triclofem 1 kotak, Grazeo Piroxicam 1 kotak Grafachlor 1 kotak, Ondansetron Hcl 1 kotak.

Ranitidine Hcl 1 kotak, Antisida Doen 2 papan, Penyeka Alkohol 1 kotak, Hufaxol 1 kotak, Gravask 1 kotak, Etabion 1 kotak, Bimalcus 1 kotak, Aulin 2 kotak, Alleron 1 kotak, Lokev 1 kotak, Pil KB Andalan 1 kotak, Cefixime Trihydrate 1 kotak, Lerzin Cetirizine 2Hcl 1 kotak, Flucadek 1 kotak, Daryan – Tulle 2 kotak, Corstanal 1 kotak, Brochifar 5000 sebanyak 1 kotak, Itamul Paracetamol 1 kotak, Fasidol 1 kotak, Tipgesic 2 kotak.

“Barang bukti lainnya ada Kalmoxilin 500 mg 1 kotak, dan total barang bukti obat – obatan yang diamankan sebanyak 239,5 kotak, 43 Papan, 3,5 bungkus, 196 buah, 26 botol dan 6 pcs. Kita sampai dengan saat ini masih melakukan pendalaman, ”terangnya. (ang)

Lakukan Pegamanan Tahun Baru, Polres Loteng Ciduk 2 Pemuda Bawa Sabu

 

Lombok Tengah, SR – Dua orang pemuda diamankan membawa sabu ketika petugas Polres Lombok Tengah melakukan penyekatan di jalur depan Pos Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis sore, (31/12).

Bermula ketika pemuda yang diketahui adalah LBI (18) laki-laki warga Kota Mataram dan LFA (19) laki-laki warga Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut, melintas di saat petugas gabungan TNI-Polri melakukan penyekatan kendaraan yang hendak menuju Lombok Tengah dalam rangka antisipasi kerumuan dan konvoi malam tahun baru 2021.

“Pelaku kedapatan membawa, memiliki 2 bungkus plastik bening berisikan serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu,” kata Kapolsek Jonggat Iptu Bambang Sutrisno.

Ketika petugas kepolisian melakukan tugas penyekatan, kedua pelaku tiba-tiba berhenti dan menghindari petugas. “Karena mencurigakan, personel langsung lakukan pemeriksaan dan mendapati dua klip plastik bening berisikan sabu yang disimpan didalam case HP pelaku,” ujarnya.

Tidak hanya itu, petugas juga mendapati satu bilah pisau belati milik salah satu pelaku. Untuk kedua pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Selain sabu, personil juga mengamankan satu bilah pisau milik pelaku. Saat ini kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh sat narkoba Polres Loteng,” pungkas Kapolsek yang juga mantan Kaur Bin Ops sat Narkoba Lombok Tengah.(ang)